Kumparan Logo

Dirut PLN Curhat Permintaan Listrik Perhotelan-Pertambangan Turun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkap beberapa sektor usaha mengalami pertumbuhan minus pada konsumsi listrik pada April 2025 secara year on year (yoy).

Menurut dia ini merupakan dampak dinamika perekonomian global yang melanda sektor usaha pada awal 2025.

“Ada beberapa segmen yang negatif, yaitu semen, hotel penginapan, kimia farmasi, pertambangan dan pengelahan lainnya dari reparasi,” kata Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/5).

Dalam paparan Darmawan, dijelaskan pada April 2025 konsumsi listrik industri semen -0,03 persen, hotel dan penginapan -0,15 persen, kimia dan farmasi -1,49 persen, sektor pertambangan -1,56 persen, dan industri pengolahan lainnya serta reparasi -2,86 persen.

Meski demikian, penurunan konsumi listrik pada sektor-sektor tersebut tidak berdampak banyak pada konsumsi listrik sektor usaha secara keseluruhan. Sebab ditutupi oleh peningkatan konsumsi listrik sektor lain.

Ilustrasi kamar hotel. Foto: Edvard Nalbantjan/Shutterstock

Kaster baru seperti data center mencatatkan pertumbuhan konsumsi listrik yang signifikan yaitu tumbuh 17,65 persen, besi baja dan logam 12,12 persen.

Kemudian sektor makanan dan minuman 7,71 persen, mesin dan perlengkapan 7,48 persen. Perdagangan non-otomotif sekitar 5,15 persen.

instagram embed

Mall dan shopping center masih meningkat 4,06 persen, karet plastik 3,44 persen, tekstil pakaian jadi 1,55 persen, kendaraan bermotor, suku cadang dan aksesori tumbuh 0,89 persen dan aktivitas perkantoran dan konsultan tetap.

“Jadi ada penurunan, tetapi dikompensasi dengan pertumbuhan di sektor-sektor yang lain. Resultan secara umum adalah pertumbuhan listrik masih sehat,” tuturnya.