DPR dan Sri Mulyani Sepakat Ubah Sejumlah Asumsi Makro 2022, Berikut Rinciannya

6 Juli 2021 12:18
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
DPR dan Sri Mulyani Sepakat Ubah Sejumlah Asumsi Makro 2022, Berikut Rinciannya (58715)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sepakat untuk mengubah sejumlah asumsi dasar dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) 2022. Hal ini sesuai dengan perkembangan ekonomi global dan domestik di masa pandemi saat ini.
ADVERTISEMENT
Perubahan terjadi pada indikator nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, minyak mentah Indonesia, lifting minyak dan gas. Sementara asumsi dasar makro lainnya tetap sama seperti KEM PPKF.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditetapkan sebesar Rp 13.900-14.800. Target kurs ini menguat dibandingkan sebelumnya di KEM PPKF 2022 sebesar Rp 13.900-15.000 per dolar AS.
"Untuk nilai tukar KEM PPKF Rp 13.900-15.000, kesepakatan Rp 13.900-14.800," ujar Wakil Ketua Banggar DPR RI Muhidin Mohamad Said dalam rapat paripurna, Selasa (6/7).
Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia atau ICP berdasarkan kesepakatan naik menjadi USD 55-70 per barel. Sebelumya dalam KEM PPKF sebesar USD 55-65 per barel.
Lifting minyak bumi menjadi 686.000-750.000 barel per hari (bph) dan lifting gas bumi sebesar 1.031-1.200 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD). Sebelumnya dalam KEM PPKF, lifting minyak bumi sebesar 686.000-726.000 bph dan lifting gas bumi 1.031-1.103 juta BOEPD.
ADVERTISEMENT
Untuk pertumbuhan ekonomi tetap ditargetkan sebesar 5,2-5,8 persen. Begitu juga dengan laju inflasi sebesar 3 plus minus 1 persen, dan tingkat bunga Surat Utang Negara tenor sepuluh tahun sebesar 6,32-7,27 persen.