DPR Ingatkan Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2022 Bisa Gagal, Kenapa?
·waktu baca 2 menit

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Muhidin Mohamad Said, menyebut pemerintah akan sulit mengejar target pertumbuhan ekonomi 5 persen di 2022. Hal ini terjadi jika pertumbuhan ekonomi tahun ini tak sampai 4 persen.
Adapun dalam kesepakatan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) 2022, perekonomian ditargetkan sebesar 5,2-5,8 persen.
Menurut Muhidin, untuk mencapai target 5 persen di 2022, pertumbuhan ekonomi harus minimal 4 persen di tahun ini. Sehingga, jika pertumbuhan ekonomi di bawah 3 persen tahun ini, target 5 persen di tahun depan terancam gagal.
"Sehingga momentum pemulihan ekonomi nasional, PDB bisa tumbuh minimal 4 persen di tahun ini. Pemerintah akan sangat sulit mengejar PDB tahun depan minimal 5 persen, bila pertumbuhan PDB kita tahun ini di bawah 3 persen," ujarnya saat rapat paripurna, Selasa (6/7).
Dia melanjutkan, lonjakan kasus COVID-19 saat ini turut mempengaruhi perekonomian nasional. Namun menurutnya, jangan sampai lonjakan kasus mengganggu agenda pemulihan ekonomi.
Muhidin melanjutkan, pihaknya pun mengapresiasi pemerintah yang mengejar target vaksinasi sebanyak 1,3 juta dosis per hari. Penanganan COVID-19 pun terus digencarkan dari sisi fiskal, seperti percepatan bansos hingga penambahan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
"Namun kita tidak boleh lengah, dengan ancaman lonjakan kasus COVID-19 harian menunjukkan rekor baru di atas 20 ribu per hari, tingkat keterisian kamar mulai overload," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menurunkan proyeksi ekonomi selama tahun ini menjadi hanya 3,7 persen hingga 4,5 persen. Penurunan proyeksi ini dilakukan di tengah peningkatan kasus COVID-19 dan adanya PPKM Darurat.
Dalam APBN 2021, pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun ini mencapai 4,5-5,3 persen. Dan berada di titik tengah 5 persen.
