Kumparan Logo

DPR soal Heboh Pengadaan Babi di Papua Rp 13 Juta per Ekor: Sudah Beres

kumparanBISNISverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang peternak babi di Kabupaten Deli Serdang, Sumut,  sedang melihat ternak babinya di dalam kandang. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang peternak babi di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, sedang melihat ternak babinya di dalam kandang. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian atau Kementan melakukan pengadaan ternak termasuk babi, untuk dibagikan ke peternak di berbagai provinsi di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi dampak virus corona COVID-19 ke sektor usaha peternakan di masyarakat.

Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita, menjelaskan secara keseluruhan ada paket pengadaan 550 ekor babi senilai total Rp 5,03 miliar. Babi sejumlah itu akan dibagikan ke peternak di tiga provinsi, yakni Papua, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Proyek ini sebelumnya mendapat sorotan dari Komisi IV DPR, yang menilai harga per ekor babi terlalu mahal. Dalam hitungan Ketua Komisi IV DPR, Sudin, dengan anggaran Rp 5,03 miliar untuk 550 ekor babi, berarti harga seekor babi mencapai Rp 9 juta.

Dikonfirmasi soal ini, Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Nasdem, Charles Meikyansyah menyatakan persoalan itu sudah selesai. “Sudah selesai itu. Sudah ada penjelasan waktu raker (Rapat Kerja) terakhir,” kata Charles kepada kumparan, Rabu (6/5).

Dirjen Peternak Kementan, I Ketut Diarmita, memaparkan anggaran sebesar itu tak hanya untuk pengadaan babi-nya saja. Tapi termasuk pengiriman ke daerah, biaya pakan, biaya perbaikan kandang, serta pendampingan operasional.

“Satuan biaya paket bantuan antara wilayah Papua dengan di luar wilayah Papua tentu akan berbeda karena faktor geografis dan tingkat kesulitan dalam pendistribusian, termasuk alat angkut yang digunakan,” katanya.

I Ketut Diarmita, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (kanan), meninjau sapi-sapi indukan impor di Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) Juang Jaya, Lampung. Foto: Dok. Kementan

Dari rincian yang dia berikan, total biaya pengadaan babi untuk bantuan ke Papua bahkan mencapai Rp 13.115.000 per ekor. Sementara di luar Papua hanya sekitar sepertiganya, yakni Rp 4.385.000 per ekor.

Berikut rinciannya:

1. Pengadaan Ternak Babi di wilayah Papua, dengan harga satuan paket pekerjaan per ekor Rp 13.115.000

a. Ternak babi dan distribusi Rp 10.000.000

b. Pakan sebanyak 120 kg/ekor Rp 2.160.000 (selama 2 bulan)

c. Biaya pembuatan kandang Rp 100.000/ekor

d. Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 830.000

kumparan post embed

2. Pengadaan Ternak Babi di wilayah Non Papua, dengan harga satuan peket pekerjaan per ekor Rp 4.385.000

a. Ternak babi dan distribusi Rp 3.000.000

b. Pakan sebanyak 120 kg/ekor Rp 970.000 (selama 2 bulan)

c. Biaya pembuatan kandang Rp 100.000/ekor

d. Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp 315.000

Dengan demikian jumlah alokasi pengadaan babi dan komponen pendukungnya untuk di wilayah Papua sebanyak 300 ekor dengan nilai Rp 3,93 miliar dan di luar Papua sebanyak 250 ekor dengan nilai Rp 1,10 miliar, sehingga harga rata-rata paket bantuan pengadaan babi dan komponen pendukungnya senilai Rp 9.146.000 per ekor.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.