Duet Bimo Wijayanto & Djaka Budhi di Kemenkeu, Prabowo Minta Setoran Negara Naik
·waktu baca 3 menit

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada 22 orang yang dilantik di lingkungan Kementerian Keuangan. Dua di antaranya adalah Bimo Wijayanto dan Letjan TNI Djaka Budhi Utama.
Prabowo, kata Sri Mulyani, menaruh harapan besar kepada mereka yang baru saja dilantik untuk mendorong peningkatan penerimaan negara.
“Kita sudah pahami harapan pimpinan negara. Penerimaan negara harus meningkat, tax ratio harus meningkat, pelayanan WP (wajib pajak) harus membaik, kepastian mengenai perpajakan harus meningkat, transparansi dan tata kelola harus terus diperbaiki,” ujar Sri Mulyani dalam Pelantikan Pejabat Eselon I Kementerian Keuangan di Aula Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (23/5).
Sri Mulyani menjelaskan tugas para pejabat dalam mengelola penerimaan negara bersifat nyata, karena setiap tahunnya ditetapkan target penerimaan melalui undang-undang, baik dari sektor pajak, bea cukai, maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Ia juga menekankan bahwa kebijakan penerimaan negara bukan sekadar mengejar angka. “Ini bukan hanya sekadar capai target setoran, ini adalah instrumen yang memiliki kepentingan luar biasa untuk terus menjamin kebutuhan negara secara sustain namun tidak mematikan ekonomi,” ucap Sri Mulyani.
Menurutnya, masyarakat juga menaruh harapan besar pada sistem perpajakan dan penerimaan negara untuk menciptakan keadilan sosial, agar kelompok yang lemah mendapatkan dukungan, sementara mereka yang mampu dapat menjalankan kewajiban perpajakannya secara bertanggung jawab.
Berikut nama 22 pejabat eselon I Kemenkeu di Auditorium Kemenkeu:
1. Heru Pambudi sebagai Sekretaris Jenderal
2. Febrio Kacaribu sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal
3. Luky Alfirman dilantik menjadi Dirjen Anggaran
4. Bimo Wijayanto menjadi Dirjen Pajak
5. Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama menjadi Dirjen Bea dan Cukai
6. Astera Primanto Bhakti sebagai Dirjen Jenderal Perbendaharaan
7. Rionald Silaban sebagai Dirjen Kekayaan Negara
8. Askolani sebagai Dirjen Perimbangan Negara
9. Suminto sebagai Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
10. Masyita Crystallin sebagai Dirjen Stabilitas Pengembangan Sektor Keuangan
11. Awan Nurmawan sebagai Inspektur Jenderal
12. Suryo Utomo sebagai Kepala Badan Teknologi, Informasi dan Intelijen Keuangan
13. Andin Hadiyanto sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
14. Irwan Djuniardi sebagai Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak
15. Yon Arsal sebagai Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak
16. Nufransa Wira Sakti sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak
17. Dwi Teguh Wibowo sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara
18. Mochamad Agus Rofiudin sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Bukan Pajak
19. Sudarto sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara
20. Parjiono sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional
21. Arief Wibisono sebagai Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal
22. Rina Widiyani Wahyuningdyah sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Hubungan Kelembagaan
