kumparan
18 November 2019 17:53

Edhy Prabowo Enggan Rombak Pejabat Eselon I KKP: Kecuali Kosong

PTR, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kadin Indonesia
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan audiensi bersama perwakilan Kadin Indonesia di Kementerian Perikanan dan Kelautan, Jakarta. Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bergantinya periode kepemimpinan biasanya diikuti dengan perpindahan orang-orang yang mengisi jabatan tertentu. Namun, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku tidak berniat mengganti eselon I yang sebelumnya sudah bekerja di era kepemimpinan Susi Pudjiastuti.
ADVERTISEMENT
“Kami di dalam kepemimpinan saya di KKP, saya memang tak mengambil keputusan untuk mengganti eselon I. Kecuali yang kosong saya isi,” kata Edhy di Menara Kadin, Jakarta, Senin (18/11).
Edhy menjelaskan, para pejabat tersebut harus mau menyesuaikan dengan cara kerjanya. Apalagi, kata Edhy, kinerja dari Susi Pudjiastuti yang dirasa sudah baik akan diteruskan. Sementara yang belum baik akan dimaksimalkan.
“Selama masih mau berkolaborasi, jalan dengan langkah output yang jelas, ada terobosan-terobosan kenapa sih harus diganti? Dan sekali lagi saya tidak akan menghilangkan keberhasilan yang pernah dicapai oleh menteri sebelumnya,” ujar Edhy.
Edhy Prabowo, Pelabuhan Muara Baru
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Senin (28/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
“Kami akan terus perkuat, kembangkan. Tapi yang kurang baik kita akan perbaiki, kalau tidak bisa baru kita ganti atau cari solusi lain,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Edhy mengungkapkan, sejak dilantik menjadi menteri dirinya sudah harus menghadapi banyak posisi kosong dari eselon I sampai eselon IV yang berjumlah 151 belum terisi. Posisi yang kosong itu, kata Edhy, perlahan sudah mulai diisi dengan orang-orang yang sesuai dibidang tersebut.
“Nah ini sudah dalam rangka untuk melengkapi tinggal finalisasi. Insyaallah bisa segera kita lantik. Bagaimanapun sehebat apapun suatu organisasi ditentukan dengan pos-pos yang diisi rentang kendali dan pengawasan,” tutur Edhy.
Rangkul Pengusaha
Dalam kesempatan ini, Edhy Prabowo juga mengakui tidak bisa menjalankan roda kepemimpinan seorang diri. Menurutnya perlu partisipasi semua pihak dalam memajukan sektor perikanan.
Edhy mengungkapkan, pihak yang wajib digandeng adalah para pengusaha. Sebab pengusaha bisa mempengaruhi segala lini di pemerintahan.
ADVERTISEMENT
“Saya lihat Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) organisasi yang kalau kita mau memajukan ekonomi kita, di sini lah kita harus berkomunikasi. Tidak ada negara maju di dunia, negara besar dunia yang tinggalkan pengusahanya atau menganaktirikan pengusahanya,” kata Edhy.
Edhy menyebut Perancis sebagai contoh negara besar yang harus bergejolak karena tidak melirik pengusaha. Ia mengungkapkan tidak digandengnya pengusaha membuat Perancis jatuh dalam resesi ekonomi pada 2008 silam. “Jadi tidak mungkin negara akan besar ekonominya kalau pengusahanya tak dirangkul,” ujar Edhy.
Untuk itu, Edhy memastikan akan merangkul para pengusaha khususnya dari Kadin selama menjabat sebagai menteri. Ia merasa komunikasi yang belum maksimal selama ini akan terus ditingkatkannya.
Selain itu, Edhy Prabowo menuturkan pesan Presiden Joko Widodo salah satunya adalah memperbaiki komunikasi. Ia tidak mau kementerian yang dipimpinnya tertutup terhadap masukan dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Di sektor ini harus terbuka, tidak ada lagi istilah nelayan menjerit, kecewa, sedih. Nelayan ini kan bukan hanya nelayan yang tangkap ikan, pelaku usahanya ya nelayan juga. Tidak ada dikotomi nelayan yang hanya perorangan dengan pengusaha,” tutur Edhy.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan