Bisnis
·
8 Februari 2021 4:55

Ekonom Sayangkan BLT Subsidi Gaji Dihapus: Penting untuk Dongkrak Daya Beli

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ekonom Sayangkan BLT Subsidi Gaji Dihapus: Penting untuk Dongkrak Daya Beli (48036)
Ilustrasi Uang Rupiah. Foto: Getty Images
Ekonom menyayangkan keputusan pemerintah menghapus program BLT subsidi gaji di tahun 2021. Program stimulus subsidi gaji untuk pekerja dengan upah Rp 5 juta ke bawah itu dinilai sangat membantu daya beli masyarakat, yang terpuruk akibat pandemi.
ADVERTISEMENT
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan, mengingatkan bahwa program bantuan subsidi upah merupakan salah satu faktor penting dalam rangka memulihkan ekonomi nasional karena dapat mengangkat daya beli warga pada masa pandemi COVID-19.
"Melihat kondisi sosial dan ekonomi Indonesia yang saat ini masih terdampak oleh pandemi, pemberian bantuan subsidi upah ini cukup rasional mengingat banyaknya sektor usaha yang mengalami perlambatan pertumbuhan akibat upaya pembatasan yang dilakukan pemerintah," kata Pingkan Audrine Kosijungan dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (8/2).
Program bantuan subsidi upah tidak lagi mendapatkan alokasi anggaran pada APBN 2021. Program yang diluncurkan pada 27 Agustus 2020 ini dan ditujukan kepada sebanyak 15,7 juta pekerja dengan jumlah sebesar Rp 600.000 per bulan untuk jangka waktu empat bulan.
ADVERTISEMENT
Sasaran utama dari program ini ialah para pekerja/buruh yang gajinya berada di bawah Rp 5.000.000 per bulan. Syarat lainnya bagi penerima sasaran bantuan tersebut adalah mereka yang berhak mendapatkan subsidi ini harus terdaftar dalam skema BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2020.
Ekonom Sayangkan BLT Subsidi Gaji Dihapus: Penting untuk Dongkrak Daya Beli (48037)
Menaker Ida Fauziyah menyerahkan bantuan sosial (bansos) sembako Presiden RI kepada pekerja atau buruh korban PHK atau dirumahkan di wilayah Jabodetabek. Foto: Kemenaker
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui bahwa dana BLT subdisi gaji tahun ini tidak ada alokasinya dalam APBN 2021.
"Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dilihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya, " ujar Ida Fauziyah di Medan, Sabtu (30/1).
Dia mengatakan itu menjawab pertanyaan wartawan usai menyaksikan penandatanganan MoU antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan Ditjen Binalattas dengan mitra, asosiasi/industri di BBPLK Medan.
Untuk membantu pekerja di luar pemberian subsidi gaji seperti yang dilakukan di tahun 2020, ujar dia, pemerintah sudah dan terus melakukan berbagai program.
ADVERTISEMENT
Kemnaker sebagai salah satu Kementerian yang memiliki peran sentral dalam mempersiapkan SDM unggul misalnya selalu berusaha untuk menjalin sinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.