Kumparan Logo

Ekonomi Indonesia Kuartal III Diproyeksi Tumbuh di Atas 5 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B Rute Velondrome-Rawamangun di kawasan Pramuka, Matraman, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B Rute Velondrome-Rawamangun di kawasan Pramuka, Matraman, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 pada Rabu (5/11). Sejumlah pejabat dan ekonom memperkirakan laju ekonomi masih terjaga di atas 5 persen, meski sempat diwarnai dinamika sosial dan tekanan daya beli di pertengahan tahun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025 tetap solid berkat dorongan stimulus fiskal dan sinergi kebijakan yang kuat antara pemerintah dan otoritas moneter. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun ini mencapai sekitar 5,2 persen.

“Dengan dukungan stimulus Rp 34,4 triliun secara full year 2025, diproyeksikan pertumbuhannya akan mencapai 5,2 persen,” kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Kantor Pusat BI, Senin (3/11).

Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus tambahan untuk menjaga momentum ekonomi pada paruh akhir tahun. Tambahan belanja sosial dan program untuk memperkuat ketahanan pangan menjadi salah satu penopang permintaan domestik.

“Kalau semua lancar, harusnya bisa di atas 5,5 persen. Untuk saya penting, karena kalau di atas 5,5 persen katanya Presiden ngasih hadiah,” ujarnya sambil berkelakar.

Meski begitu, Purbaya mengakui bahwa pada kuartal III 2025 pertumbuhan ekonomi kemungkinan sedikit melambat akibat gangguan aktivitas ekonomi selama aksi demonstrasi besar pada Agustus. Namun, ia menegaskan dampaknya tidak terlalu besar sehingga ekonomi tetap tumbuh di atas 5 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers KSSK di Kantor BI, Senin (3/11/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

“Sedikit di atas 5 persen lah (pertumbuhan ekonomi kuartal III). Mungkin lebih rendah dari kuartal II, saya nggak tahu, tapi sepertinya sedikit karena ribut-ribut,” kata Purbaya sebelumnya.

Adapun pada kuartal II 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,12 persen. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai tren pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat hingga akhir tahun. Ia optimistis kuartal III dan IV 2025 mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan III dan IV akan lebih tinggi dari triwulan II, terutama didorong oleh kinerja ekspor yang masih sangat bagus dan juga berbagai kebijakan untuk mendorong kredit dan pembiayaan, serta implementasi proyek prioritas pemerintah,” ujar Perry.

Ia menjelaskan, proyek ketahanan pangan, energi, pertahanan, serta implementasi Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2025 akan menjadi motor tambahan pertumbuhan di sisa tahun ini. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan 2025 berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,7–5,5 persen.

Dari kalangan akademisi, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 berada di kisaran 4,9–5,0 persen. Namun, ia tak menutup kemungkinan angka resmi dari BPS akan menunjukkan hasil sedikit lebih tinggi.

“Kalau melihat data dan situasi di lapangan, pertumbuhan ekonomi Q3 2025 akan sedikit di bawah 5 persen, di kisaran 4,9–5,0 persen. Tetapi BPS saat ini punya cara unik mengukur pertumbuhan GDP, bisa saja angka BPS sedikit di atas 5 persen,” ujar Wija.

Menurutnya, investasi di sektor sumber daya alam (SDA) dan hilirisasi masih menjadi pendorong utama ekonomi, diikuti kinerja ekspor yang tetap solid. Namun, daya beli masyarakat yang masih lemah serta lambatnya realisasi belanja pemerintah menjadi faktor penahan pertumbuhan.

Dengan berbagai proyeksi tersebut, mayoritas pihak sepakat bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 tetap tumbuh positif di atas 5 persen. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan bagi percepatan ekonomi di kuartal IV dan menjaga pertumbuhan tahunan di kisaran atas proyeksi pemerintah.

instagram embed