Kumparan Logo

Ekonomi RI Tembus 7,07 Persen di Kuartal II, Mengapa Banyak yang Tak Percaya?

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Pertumbuhan Ekonomi Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pertumbuhan Ekonomi Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen di kuartal II 2021 secara year on year (yoy). Itu artinya, Indonesia resmi keluar dari jurang resesi sejak ekonomi nasional terpuruk akibat corona tahun lalu.

"Pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2021 secara year on year 7,07 persen. Sementara jika dibandingkan kuartal I 2021 atau quarter to quarter tumbuh 3,1 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Kamis (5/7).

Di tengah prestasi ini, banyak pihak yang tak percaya mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melesat sedemikian rupa bahkan menjadi yang tertinggi sejak 2004. Mengapa demikian?

Kepala Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, mengatakan ekonomi RI bisa tumbuh 7,07 persen pada paruh kedua tahun ini seperti perkiraan banyak orang, karena secara year on year kuartal II 2020 Indonesia berada pada kondisi terpuruk, minus 5,3 persen. Setelah itu, pemerintah mulai menyiasatinya dengan menggenjot penyerapan anggaran seperti belanja antar kementerian/lembaga dan THR agar konsumsi naik.

"Tahun lalu kan kita PSBB ketat di kuartal. Jadi April-Mei itu 2020 masa paling dalam keterpurukan kita. Jadi transaksi ekonomi, mobilitas, kegiatan logistik, dan lainya turun drastis," kata dia saat dihubungi kumparan, Kamis (5/8).

kumparan post embed

Secara kuartalan, menurut David, pertumbuhannya juga bagus yang juga ditopang dengan harga sejumlah komoditas dan ekspor yang naik di luar dugaan.

Kondisi ini, mirip dengan ekonomi China yang ketika dihantam corona anjlok, namun setelah itu meroket 18 persen. Karena itu, menurutnya perkiraan ekonomi Indonesia bisa meroket di kuartal II 2021 ini sesuai dengan prediksi banyak pihak.

Tahun ini, pemerintah menganggarkan THR Rp 30,8 triliun yang tak hanya dibagikan ke PNS serta anggota TNI/Polri, namun juga Presiden Jokowi hingga para anggota DPR.

Meski begitu, capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 ini harus disikapi dengan hati-hati. Ekonom Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro mengatakan pertumbuhan yang disampaikan BPS ini bersifat statistik.

"Jadi kalau misalnya tumbuhnya 7,07 persen tapi tahun lalu kita minus 5,3 persen, sehingga secara riil, ekonomi kita dibandingkan sebelum COVID hanya tumbuh sekitar 2 persen karena 7 persen dikurangi 5,3 persen," katanya.

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 ini ditopang oleh konsumsi dan investasi. Pemerintah menggelontorkan banyak anggaran agar daya beli masyarakat tetap terjaga di masa pandemi.

Dari sisi investasi, anggaran yang dikeluarkan pemerintah juga cukup kuat, terutama untuk anggaran belanja modal dan infrastruktur yang biasanya dampaknya terlihat pada kuartal selanjutnya.

"Tapi musti lebih detail dilihatnya karena ya kan pada akhirnya itu kan pertumbuhan ekonomi harus berpengaruh pada penyetaraan lapangan kerja, sama pengurangan pengangguran," ujarnya.

kumparan post embed
embed from external kumparan