Kumparan Logo

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Didorong Belanja Pemerintah dari THR PNS hingga MBG

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dapur MBG untuk Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Foto: Dok. Bakom RI
zoom-in-whitePerbesar
Dapur MBG untuk Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Foto: Dok. Bakom RI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi pemerintah menjadi salah satu pendorongnya.

Pada periode tersebut, meskipun konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama, namun terjadi lonjakan belanja pemerintah yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam paparan yang ditampilkan, komponen dengan pertumbuhan tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong peningkatan realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 (THR), serta belanja barang dan jasa terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, akselerasi konsumsi pemerintah terjadi seiring peningkatan realisasi belanja fiskal di awal tahun.

“Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi antara lain adalah konsumsi pemerintahan yang tumbuh lebih dari 21 persen karena didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran gaji ke-14, belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat," kata Amalia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Selasa (5/5).

Meski melonjak tinggi, kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Komponen ini menjadi tulang punggung ekonomi dengan porsi lebih dari separuh total PDB.

Kepala BPS Amalia Adinggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Selasa (5/5/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di awal tahun. Kedua komponen ini menjadi sumber utama ekspansi ekonomi domestik.

“Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 54,36 persen dan tumbuhnya 5,52 persen. Kemudian disusul oleh komponen PMTB dengan kontribusi sebesar 28,29 persen yang tumbuh sebesar 5,96 persen. Di mana kontribusi total kedua komponen ini yaitu konsumsi rumah tangga dan PMTB memberikan kontribusi sebesar 82,65 persen terhadap total PDB," jelasnya.

Secara sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026.

“Selanjutnya, dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan I-2026, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yakni sebesar 2,94 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,79 persen," kata dia.

Di sisi lain, konsumsi pemerintah juga memberikan dorongan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,26 persen," kata Amalia.

instagram embed