Erick Thohir: 90 Persen Bahan Baku Industri Obat RI dari Impor, Menyedihkan

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pihaknya serius mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia yang masih belum berakhir. Namun, Erick menyayangkan saat ini bahan baku industri obat sampai alat kesehatan mayoritas masih dipasok dari luar negeri.
“Mohon maaf kalau saya bicara ini, sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri,” kata Erick secara virtual di Instagramnya, Kamis (16/4).
Erick berharap Indonesia tak perlu lagi bergantung pada impor bahan baku obat-obatan. Sehingga diperlukan partisipasi dari semua pihak untuk mewujudkan keinginan tersebut.
Erick mengaku sejak September lalu pihaknya juga sudah membuat blueprint untuk mengatasi permasalahan yang ada. Menurutnya Indonesia sudah seharusnya mempunyai strategi yang tepat khususnya dalam mengembangkan potensi energi, makanan, sampai kesehatan di dalam negeri.
“Karena itu, langkah-langkah yang kita ambil untuk health security, kita menggabungkan rumah sakit yang ada di BUMN yang totalnya ada 70. Awal informasi 50, naik 65, naik terus. Serunya begitu di BUMN, makin digali, makin keluar. Jadi totalnya 70,” ujar Erick.
Erick memastikan rumah sakit di BUMN saat ini siap digunakan untuk membantu penanganan pasien virus corona. Selain itu, ia menuturkan rumah sakit BUMN harus bisa dikelola maksimal ke depannya.
“Alhamdulillah kita mengonversi sekarang, 2.411 untuk COVID friendly. Tidak di situ saja, dari farmasi kita juga kita gabungkan. Yang sedang kita review sekali lagi, bagaimana ini bisa jadi supply chain dengan rumah sakit ke depan,” tutur Erick.
