Erick Thohir: Banyak Pihak Awalnya Pesimistis dengan Holding BUMN Ultra Mikro

29 September 2021 11:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Menteri BUMN Erick Thohir curhat mengenai awal pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro (UMi). Menurutnya, saat itu banyak pihak pesimistis, Holding UMi disebut tidak akan berhasil lantaran mengubah bisnis model.
ADVERTISEMENT
Pemerintah telah resmi membentuk holding BUMN Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai induk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.
Adapun holding ini nantinya akan berperan untuk memberikan akses pendanaan bagi UMKM khususnya yang selama ini tidak bisa terjangkau oleh lembaga keuangan formal.
“Tentu holding UMi saya rasa sebuah keberpihakan yang jelas. Awalnya banyak pihak pesimistis karena mengubah bisnis model. Saya jawab tidak,” ujar Erick dalam Opening Bell Right Issue BBRI di Main Hall BEI, Rabu (29/9).
Erick membantah tudingan tersebut. Menurutnya dengan adanya holding ini maka UMKM setidaknya mendapatkan tiga kemudahan.
Pertama, UMKM mendapatkan akses dana lebih mudah karena jaringan pembiayaan makin besar. Kedua, UMKM juga berkesempatan mendapatkan pendamping yang lebih luas. Terakhir, UMKM juga memiliki aksesibilitas untuk naik kelas.
ADVERTISEMENT
Erick pun bercerita dirinya juga telah ikut terjun langsung melihat salah satu program Holding UMi yaitu Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum). Dengan adanya Senyum maka nasabah bisa dilayani dalam satu atap. Sebab, kini beberapa kantor Unit BRI juga telah dilengkapi dengan loket Pegadaian dan PNM.
“Kita bisa saksikan nasabah bisa dilayani dalam satu atap yang selama ini terpisah-pisah. Ini sejalan dengan program yang diminta oleh Pak Presiden bahwa UMKM harus dilayani dengan baik. Harus ditingkatkan pembiayaan UMKM di sektor perbankan,” ujar Erick.
Terakhir Erick mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu terwujudnya Holding UMi. Ke depan Erick berharap holding ini akan memperkuat basis nasabah yang semakin besar.
Adapun untuk mendanai Holding UMi ini, Bank BRI sebagai induk holding telah melakukan right issue. Atas aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil meraih modal baru senilai Rp 95,9 triliun, setelah 28,2 miliar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dieksekusi menjadi saham baru.
ADVERTISEMENT