Kumparan Logo

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Hotel, Dipimpin WIKA Realty

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Menteri BUMN Erick Thohir merampungkan pembentukan holding BUMN perhotelan, setelah ditandatanganinya Perjanjian Komitmen Jual Beli Saham antara 5 perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor perhotelan pada Selasa (29/12).

Kelima perusahaan tersebut yakni, PT WIKA Realty yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya, PT Aero Wisata yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Patra Jasa (anak usaha Pertamina), serta PT Pegadaian di Jakarta.

PT WIKA Realty ditunjuk sebagai induk dari holding BUMN hotel tersebut. Penandatanganan perjanjian ini disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo.

"Konsolidasi bisnis hotel ini sejalan dengan langkah menjadikan BUMN sebagai institusi bisnis yang kompetitif, sekaligus mengatur lini bisnis hotel BUMN. Sehingga BUMN induk yang sebelumnya membawahi anak-anak usaha hotel dapat dapat menjalankan bisnis sesuai bisnis inti yang dimiliki," ujar Kartika dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Selasa (29/12).

Sejumlah tamu berfoto bersama di depan logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN. Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Langkah ini, menurut Kartika, juga sebagai bentuk perampingan perusahaan pelat merah. Pembentukan holding BUMN hotel tersebut diharapkan dapat mendukung program pemerintah di sektor pariwisata.

Penandatanganan Perjanjian Komitmen Jual Beli ini, juga merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Bersama Rencana Konsolidasi Bisnis Hotel BUMN yang telah ditandatangani pada September 2020.

"Perjanjian ini juga merupakan bagian dari pembentukan holding hotel yang pada tahap pertama terdapat 22 hotel yang akan terkonsolidasi dalam pembentukan Holding Hotel BUMN. Di antaranya 11 hotel milik Hotel Indonesia Natour, 1 Hotel milik Aero Wisata, 1 hotel milik PT Patra Jasa, dan 9 hotel milik PT Pegadaian," pungkas Kartika.