Kumparan Logo

Erick Thohir Berencana Pangkas BUMN, dari 142 Jadi Hanya 70 Perusahaan

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal 107 perusahaan. Itu artinya, sejak dia menjabat sebagai menteri pertengahan tahun lalu, sudah ada 35 perusahaan yang dipangkas.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI, Erick menyebut ke depannya akan kembali memangkas BUMN. Jumlahnya bisa berkurang menjadi hanya 70 perusahaan saja.

"Alhamdulilah dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa mengkategorikan yang namanya BUMN tinggal 107. Tahun ini kita kejar lagi kalau bisa di angka 90-80 BUMN, bahkan kalau bisa 70 BUMN untuk beberapa tahun ke depan," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6).

Sejak menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick pernah mengatakan jumlah BUMN di Indonesia sangat banyak. Jika digabungkan dengan anak, cucu, dan cicit usaha, jumlahnya bisa mencapai 800 perusahaan.

kumparan post embed

Dia pun membuat peta jalan, memasukkan BUMN sesuai dengan peran dan kondisinya. Misalnya ada BUMN yang dikhususkan untuk fokus berbisnis, ada juga BUMN yang punya tugas berbisnis dan penugasan. Dia juga mengelompokkan BUMN-BUMN yang merugi.

Dalam peta jalan itu, Erick menyebut ada yang BUMN yang dilikuidasi, digabung, atau merger. Selain memangkas BUMN, dia mengubah klasterisasi BUMN dari yang tadinya 27 klaster menjadi hanya 12 saja yang masing-masing wakil menterinya memegang 6 klaster.

"Klaster ini dibentuk berdasarkan value chain, supply chain, atau bagaimana bisa mensinergikan core business-nya," kata dia.