Erick Thohir ke Dirut Berdikari yang Bawa Pistol: Mau Nakut-nakutin Publik?
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri BUMN Erick Thohir akan evaluasi kinerja PT Berdikari (Persero) usai sang direktur utama, Harry Warganegara, kedapatan membawa pistol di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Pistol tersebut menyalak pada Senin (17/4), tepatnya di area konter check-in Citilink.
Erick menuturkan, Kementerian BUMN memiliki pedoman AKHLAK yang harapannya bisa diimplementasi oleh para pimpinan BUMN, dengan begitu bisa memiliki keseimbangan dalam hal karakternya.
"Bukan berarti dia jadi malaikat, tapi kita juga tidak menutup mata kalau dia jadi setan. Ini harus kita tekankan, dalam melakukan segala tindakan kita melihat dari helicopter view, tidak hanya satu sisi," tegasnya saat acara ramah-tamah dengan media, Rabu (3/5).
Dia mengaku akan menindaklanjuti kembali kasus pistol Dirut Berdikari yang menyalak di bandara dengan evaluasi tiga hal. Pertama, legalitas dan alasan dari kepemilikan senjata yang bersangkutan.
Kedua, kenapa bawa senjata. Saya kemarin bicara keras saya saja menterinya ke mana-mana engga bawa senjata, emang tugasnya kita sebagai pelayan publik nakut-nakutin publik?" tutur Erick.
Selanjutnya, Erick juga akan melakukan review terhadap kinerja atau performance sang dirut dan perusahaan Berdikari. Dia memastikan akan menindak tegas seperti saat dia memberhentikan Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara tahun 2019 silam.
"Saya akan tindak tegas kalau data-datanya sudah oke. Seperti dulu Garuda kan konkret, jelas ada penyelundupan. Kalau masalah keuangan Garuda prosesnya kemarin beda, restrukturisasi. Saya akan tindak tegas karena ini prinsip bukan main-main harus kita lakukan dengan baik," pungkas dia.
