Kumparan Logo

Erick Thohir Minta BUMN Farmasi Jaga Stok Sanitizer untuk Cegah Virus Corona

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Erick Thohir konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Erick Thohir konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memerintahkan BUMN farmasi untuk mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga cairan hand sanitizer di tengah merebaknya virus corona.

"BUMN farmasi, agar mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga alat pelindung diri, cairan antiseptik atau alat-alat sanitasi," ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/3).

Perintah Menteri BUMN tersebut merupakan salah satu bagian dari Surat Edaran Nokor SE-1/MBU/03/2020 Tentang Kewaspadaan terhadap Penyebaran CoronaVirus Diseasr 2019 (COVID-19).

Salah satu maksud dan tujuan perintah Menteri BUMN tersebut adalah memperkuat business contingency plan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional maupun bisnis BUMN.

Langkah Erick menerbitkan surat edaran ini juga untuk memastikan bahwa pemerintah serius melakukan pencegahan penularan virus corona.

Sebelumnya harga eceran hand sanitizer atau cairan pembersih tangan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, membumbung tinggi sebagai imbas wabah corona (Covid-19).

kumparan mencoba mencari hand sanitizer di beberapa lapak online. Salah satu lapak online di e-commerce ternyata masih menjual Antis Botol Spray Timun Hand Sanitizer ukuran kecil 55 ml.

Penyediaan lebih banyak hand sanitizer oleh Unit KKP Bandara Soekarno Hatta. Foto: Dok. Angkasa Pura

Hand Sanitizer ini dijual Rp 159 ribu. Di lapak lain, ada juga yang menjual Nuvo Hand Sanitizer Hijau ukuran kecil 50 ml seharga Rp 85 ribu. Harga tersebut bahkan sudah mendapat diskon 10 persen dari harga awal sebesar Rp 95 ribu.

Kenaikan harga sanitizer jenis "antiseptic gel" itu terjadi beberapa saat setelah Pemerintah Indonesia mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, positif tertular virus corona pada Senin siang.

kumparan post embed

Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Pramuka, Jakarta Timir. Salah seorang pedagang, Ikhsan, mengatakan kenaikan harga sanitizer kali ini masih lebih murah bila dibandingkan dengan harga sepekan lalu yang mencapai Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu per kemasan.

Sementara itu hand sanitizer kemasan 55 ml jenis "Antis" hari ini dijual seharga Rp 30 ribu per kemasan atau lebih mahal dari harga normal sekitar Rp 18 ribu per kemasan.

Dengan meminta BUMN Farmasi menjaga stok dan mengendalikan harga hand sanitizer, Erick Thohir ingin memastikan bahwa pemerintah serius melindungi masyarakat. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan alat farmasi.