Kumparan Logo

Faisal Basri Dorong Lockdown: Kalau Tak Dilakukan, Ekonomi Malah Merosot

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengamat ekonomi, Faisal Basri. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat ekonomi, Faisal Basri. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri tidak menampik virus corona berdampak besar ke perekonomian Indonesia.

Untuk itu, ia menyarankan pemerintah mengambil kebijakan lockdown. Faisal mengakui pemerintah masih berhitung ekonomi apabila lockdown.

“Yang saya lihat pertimbangannya lebih ke ekonomi karena tak terbayang kan apa efeknya. Lockdown membuat ekonomi akan turun tapi percayalah kalau lockdown tak dilakukan kita akan menghadapi kemerosotan ekonomi,” kata Faisal saat siaran langsung di instagram INDEF, Jumat (27/3).

Staf medis Indonesia ikut serta dalam tes massal untuk virus corona COVID-19 di stadion Patriot di Bekasi. Foto: AFP/REZAS

Faisal menjelaskan, apabila lockdown, maka pemerintah bisa mengetahui hitung-hitungannya secara perekonomiannya. Sehingga segala sesuatunya bisa disiapkan matang khususnya saat wabah virus corona ini berhasil diatasi.

“Jadi lebih baik pahit jangka pendek ketimbang kita ya begini-begini saja. Ingat lockdown bisa 2 minggu, maksimal 1 bulan. Berat memang kegiatan ekonomi tapi percayalah hasilnya sangat lebih bisa dihitung dan mudah memperkirakan resesinya kapan,” ujar Faisal.

Faisal memang belum bisa memperkirakan secara pasti kapan serangan virus corona yang mempengaruhi perekonomian ini berakhir. Ia hanya menegaskan permasalahan ini tidak ringan.

kumparan post embed

Faisal menganggap krisis di tahun 2008 lebih mudah ditangani dibanding dampak virus corona saat ini. Sehingga, ia menyayangkan jika ada pihak yang menganggap enteng permasalahan virus corona.

“Saya yakin perkiraan saya masih ada yang nganggap ringan. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 4 persen kalau tidak salah ya ini hitung-hitungannya bagaimana,” tutur Faisal.