Kumparan Logo

Fakta-fakta Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen 2022, Tertinggi Sejak 2013

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,31 persen pada 2022 dibandingkan 2021 yang hanya mencapai 3,70 persen. Hal ini merupakan pertumbuhan yang tertinggi sejak tahun 2013, atau sejak Presiden Jokowi menjabat.

Berikut fakta-fakta yang telah dikumpulkan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 persen.

Perekonomian RI Lebih Tinggi dari Sebelum Pandemi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menilai perekonomian Indonesia sudah lebih tinggi dari sebelum pandemi COVID-19 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 15,83 ribu triliun dan PDB atas dasar harga konstan (ADHK) Rp 10,95 ribu triliun.

Sementara PDB ADHB di 2022 berhasil meningkat mencapai Rp 19,59 ribu triliun dan PDB ADHK Rp 11,71 ribu triliun, dengan PDB per kapita mencapai Rp 71 juta atau USD 4.783,9.

"Secara nominal PDB sudah lebih tinggi dibanding sebelum pandemi. PDB perkapita atas harga konstan juga sudah lebih tinggi dari 2019," jelasnya.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2022 terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 19,87 persen (yoy), diikuti sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,97 persen (yoy), serta jasa lainnya sebesar 9,47 persen (yoy).

Konsumsi Pemerintah Turun 4,77 Persen

Kepala BPS, Margo Yuwono dalam rilis pertumbuhan ekonomi, Jumat (5/8). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

BPS mencatat konsumsi pemerintah pada kuartal IV 2022 mengalami kontraksi 4,77 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Seluruh komponen pengeluaran tumbuh, kecuali konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi sebesar 4,77 persen disebabkan oleh penurunan realisasi belanja barang dan jasa serta belanja bantuan sosial untuk jaminan sosial," kata Kepala BPS Margo Yuwono di Kantor Pusat BPS, Senin (6/2).

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga yang menyumbang 51,65 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), tumbuh 4,48 persen (yoy). Angka ini melesat jika dibandingkan dengan kuartal III 2021 yang hanya tumbuh 3,55 persen (yoy).

Menurut Margo Yuwono, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV 2022 melambat sekitar 4,48 persen dari 5,39 persen di kuartal III 2022. Adapun inflasi pada kuartal IV 2022 secara tahunan lebih tinggi dibanding inflasi kuartal III 2022.

Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Pulih

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) berbicara dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/12/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto

Sri Mulyani menyebut ekonomi sedang pulih dengan sangat baik, ditandai penciptaan kesempatan kerja, serta pengangguran dan kemiskinan menurun. Pemulihan terjadi di semua sektor di semua daerah.

"Kita masih punya PR kemiskinan harus terus diturunkan karena kita menginginkan kemiskinan terus di bawah 9 persen, bahkan mendekati 7 persen. Itu pekerjaan luar biasa, presiden ingin kemiskinan ekstrem harus hilang tahun 2024, berarti yang 10 persen terbawah harus bisa terangkat kehidupannya," ujar Sri Mulyani kepada kumparan, Senin (6/2).

Sri Mulyani mengatakan, kemiskinan ekstrem sudah turun 27 persen saat ini, bahkan pemerintah ingin angka kemiskinan turun lebih rendah lagi.

Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Selama Jokowi Menjabat

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Perekonomian, Kamis (5/1). Foto: Ave Airiza/kumparan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5,31 persen merupakan yang tertinggi selama masa jabatan Presiden Jokowi.

"Secara kumulatif di Tahun 2022 ekonomi mampu tumbuh di angka 5,31 persen, pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dari angka pre covid-19 yaitu yang rata-rata sebesar 5 persen sebelum pandemi dan ini merupakan angka yang tertinggi sejak masa pemerintahan bapak Presiden Bapak Joko Widodo," kata Airlangga, Senin (6/2).

Airlangga menyebutkan sektor konsumsi merupakan komponen yang berkontribusi besar, dengan pertumbuhan sebesar 48 persen secara tahun (year on year/yoy).

“Dari investasi itu tumbuh 3,33 persen, dan konsumsi rumah tangga 5,7 persen,” rincinya.

embed from external kumparan

Dari segi suplai dari berbagai lapangan usaha berbagai sektor di kuartal IV tumbuh positif, sektor transportasi pergudangan tumbuh sebesar 16,99 persen secara yoy diikuti oleh makanan minuman dan akomodasi 13,81 persen.

“Tentunya ini diakibatkan dari mobilitas masyarakat, peningkatan kunjungan baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara, yang paling menggembirakan adalah sektor industri pengolahan yang tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yaitu PDB sektor industri sebesar 5,64 persen yoy,” kata Airlangga.