Kumparan Logo

Fakta-Fakta Soal Vaksin Berbayar Kimia Farma

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nyonya Meneer sudah tidak ada di Kimia Farma. Foto: Kelik Wahyu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nyonya Meneer sudah tidak ada di Kimia Farma. Foto: Kelik Wahyu/kumparan

PT Kimia Farma (Persero) Tbk menjual vaksin COVID-19 melalui entitas perusahaan PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) mulai Senin (12/7). KFD mengelola 422 klinik dan 73 laboratorium di seluruh wilayah Indonesia serta memiliki tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat.

Rencananya, penjualan vaksinasi individu ini dilakukan melalui tiga jalur. Berikut kumparan merangkum fakta-fakta soal vaksin berbayar Kimia Farma:

Biaya Vaksinasi Rp 879.140

Soal harga vaksin individu telah diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021. Dalam SK tersebut, harga vaksin per dosis ditetapkan Rp 321.660. Adapun tarif layanan vaksinasinya Rp 117.910 untuk sekali suntik.

Sehingga untuk dua dosis, harga vaksinnya Rp 643.320 dan untuk layanan vaksinasinya Rp 235.820. Dengan demikian total biaya Vaksinasi Gotong Royong Individu adalah Rp 879.140.

kumparan post embed

Dapat Dibeli Melalui 3 Jalur

Plt Direktur Utama KFD, Agus Chandra, mengatakan pendaftaran kepesertaan Vaksin Gotong Royong Individu di Kimia Farma dilakukan melalui tiga jalur atau cara.

Pertama, jika Anda ingin mendapatkan vaksin berbayar bisa menghubungi contact atau call center Kimia Farma di nomor 1-500-255.

Kedua, untuk mendapatkan vaksin corona berbayar di Kimia Farma juga bisa dilakukan melalui website www.kimiafarmaapotek.co.id. Kemudian akan diarahkan melalui koneksi nomor Whatsapp.

Cara ketiga bisa melalui aplikasi Kimia Farma Mobile di ponsel, yang dapat diunduh melalui Play Store dan App Store.

Pendaftaran paling ideal melalui aplikasi. Namun, Kimia Farma Mobile baru digunakan mulai Kamis, (15/7). Sebab, layanan tersebut masih dalam proses penyempurnaan.

Vaksin Berbayar Kimia Farma Pakai Sinopharm

Vaksin Sinopharm. Foto: Shutter Stock

Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto mengatakan, vaksin berbayar Kimia Farma menggunakan jenis vaksin Sinopharm.

"Kemudian vaksin apa yang digunakan untuk vaksinasi gotong royong ini yaitu adalah vaksin yang tidak sama digunakan dalam vaksinasi program pemerintah yang saat ini kita ketahui menggunakan Sinovac kemudian AstraZeneca," kata Bambang saat konferensi pers secara virtual, Minggu (11/7).

"Nah tentunya dalam Permenkes sudah ditetapkan yang saat ini digunakan itu satu, yaitu vaksin dari Sinopharm," tambahnya.

kumparan post embed

Kimia Farma Akan Perluas Jualan Vaksin ke Fasilitas Kesehatan Swasta

Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), Agus Chandra, menjelaskan pihaknya nantinya tidak berhenti mengelar vaksinasi di klinik Kimia Farma saja seperti yang saat ini disiapkan.

Agus mengungkapkan vaksin berbayar Kimia Farma tersebut rencananya akan dilakukan juga di beberapa titik strategis seperti di Bandara. Sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menjangkaunya.

"Khusus titik strategis lainnya kita akan masuk di pusat perbelanjaan kalau PPKM Darurat berakhir mal buka kami akan mendekatkan ke masyarakat dan sifatnya ini opsional, masyarakat bisa memilih," tutur Agus.