Kumparan Logo

Fondasi Bisnis Menguat, Kinerja UNVR meningkat di Kuartal III 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Grha Unilever. Foto: dok. Unilever Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Grha Unilever. Foto: dok. Unilever Indonesia

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba senilai Rp 1,2 triliun di kuartal III 2025. Angka ini naik 28,5 persen dari kuartal sebelumnya dan meningkat 117 persen secara year on year (yoy).

Sementara itu, penjualan bersih Unilever Indonesia tercatat senilai Rp 9,4 triliun atau tumbuh 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan domestik juga tumbuh 12,7 persen di kuartal III 2025 serta belanja iklan dan promosi tetap stabil di angka 8,8 persen dari total penjualan bersih.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan, hasil ini menjadi langkah nyata dalam pemulihan bisnis perusahaan. Pihaknya mulai melihat dampak positif dari perubahan struktural dan strategi disiplin yang diambil selama setahun terakhir.

"Pada awal tahun ini, kami menyatakan komitmen untuk mengembalikan pertumbuhan di paruh kedua 2025, dan kini kami mulai mewujudkannya. Momentum ini dibangun di atas fondasi bisnis yang lebih kuat, eksekusi yang lebih tajam, serta kerja sama seluruh tim dalam mengambil langkah tegas untuk mengatasi tantangan operasional," kata Benjie.

Di tengah dinamika pasar yang dinamis, lanjutnya, pencapaian ini memberikan keyakinan bahwa Unilever Indonesia berada di jalur yang tepat karena mampu membangun momentum yang bertanggung jawab, menguntungkan, dan berkelanjutan.

Strategi Pertumbuhan Perseroan

Unilever Indonesia menerapkan tiga pilar inti dalam menjalankan strategi pertumbuhan perseroan. Ketiganya yaitu:

1. Category (Kategori): Membangun Daya Saing Merek melalui Inovasi yang Terarah

Unilever Indonesia terus mengarahkan portofolionya ke segmen produk dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, serta mendorong permintaan melalui strategi yang mengutamakan kanal digital dan sosial.

Sepanjang tahun 2025, lebih dari 85 persen merek Unilever Indonesia telah meluncurkan inovasi baru. Didukung oleh strategi manajemen penjualan bersih yang kuat, perseroan menyelaraskan strategi harga, melakukan optimalisasi ukuran kemasan, dan menyempurnakan formulasi produk guna memperkuat daya saing serta meningkatkan persepsi nilai di mata konsumen.

Peralihan strategis menuju portofolio dengan pertumbuhan tinggi memberikan kontribusi sebesar 9,3 persen terhadap penjualan Home & Personal Care (HPC) untuk tahun berjalan September 2025.

Angka tersebut meningkat 23 persen dibandingkan kuartal pertama 2025. Investasi dalam iklan digital telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2020, memperkuat ekuitas dan relevansi merek.

Empat belas merek Unilever Indonesia, termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, Molto, Vaseline, Close Up, Glow & Lovey, Rexona, Tresemme, Dove, Zwitsal, Wipol, dan Clear, juga mencatatkan pertumbuhan positif hingga September 2025, berkontribusi terhadap 65 persen dari total penjualan dan mendorong pertumbuhan penjualan inti sebesar 6,8 persen.

Kategori Home & Personal Care serta Foods & Refreshment pn menunjukkan pertumbuhan penjualan yang positif, memperkuat posisi Unilever Indonesia di berbagai segmen pasar.

2. Channel (Saluran): Eksekusi Unggul dan Jangkauan Distribusi yang Luas

Untuk menjawab kebutuhan konsumen dari berbagai segmen, Unilever Indonesia berfokus pada tiga pilar utama:

  • Eksekusi Unggul

Menjaga stabilitas harga, menurunkan stok di saluran perdagangan, meningkatkan layanan pelanggan, serta mendorong pengembalian investasi (ROI) bagi distributor.

  • Transformasi Go-to-Market

Memperluas jangkauan ritel sebesar 18 persen, meningkatkan tenaga penjualan sebesar 19 persen, menambah variasi produk hingga 16 persen, dan mengembangkan Sahabat Warung, platform penjualan digital.

  • Pengembangan Saluran Masa Depan

Berfokus pada Health & Beauty (HABA) dan e-commerce yang terus bertumbuh secara signifikan.

3. Cost (Biaya): Mendorong Produktivitas dan Transformasi Digital

Unilever Indonesia tetap fokus pada peningkatan margin kotor melalui pengelolaan biaya yang disiplin dan transformasi digital. Inisiatif produktivitas yang diterapkan di seluruh rantai nilai telah menghasilkan efisiensi dan memungkinkan reinvestasi ke dalam prioritas pertumbuhan.

Memasuki kuartal terakhir tahun ini, kata Benjie, perusahaan akan tetap fokus pada eksekusi yang disiplin dan penguatan fondasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Meskipun penyesuaian akan dilakukan seiring dengan perkembangan global terkini, manajemen tetap yakin bahwa proses pemisahan unit bisnis es krim dapat diselesaikan dalam kurun waktu 2025, menjadi sebuah langkah strategis untuk mempertajam fokus portofolio dan meningkatkan ketangkasan organisasi.

“Komitmen kami adalah untuk tumbuh secara bertanggung jawab dan terus melayani keluarga Indonesia melalui merek-merek unggulan yang memberikan performa superior dan menjadikan kehidupan sehari-hari lebih baik, sembari kami mempersiapkan landasan untuk kinerja berkelanjutan di tahun 2026 dan seterusnya," tutup Benjie.