Kumparan Logo

G20 Rekomendasikan Perpanjangan Penangguhan Utang untuk Negara Miskin

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi  dolar Amerika Serikat (AS). Foto:  ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Para menteri keuangan dari berbagai negara yang tergabung dalam organisasi G20 meminta agar kebijakan penangguhan utang jangka pendek bagi negara-negara miskin diperpanjang. Rekomendasi tersebut diserukan ke semua kreditur bilateral resmi.

Dilansir dari Reuters, Minggu (19/7), sumber yang diberi pengarahan dalam pertemuan G20 mengatakan bahwa rekomendasi itu disampaikan agar tidak membuat negara miskin semakin terpuruk lebih dalam akibat dampak virus corona. Tapi, keputusan tersebut baru akan diambil pada semester II 2020.

Sebelumnya, Inisiatif Penangguhan Layanan Utang G20 pada April lalu telah sepakat menghapus sekitar USD 12 miliar pembayaran utang bilateral dari negara-negara miskin selama satu tahun. Sebanyak 42 dari 73 negara yang telah memenuhi syarat pun telah mengajukan penangguhan ini dengan nilai mencapai USD 5,3 miliar.

Para pejabat Bank Dunia pun telah meminta China untuk ambil bagian dalam rencana ini. China merupakan anggota G20 dan kreditur terbesar bagi negara-negara berkembang.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan kepada para pejabat G20 bahwa mereka perlu 'membuka pintu' perundingan terkait pengurangan utang keseluruhan untuk negara-negara termiskin.

Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass. Foto: Reuters/Jim Young

Kegagalan sektor swasta untuk berpartisipasi juga menjadi perhatian yang terus meningkat. Meski begitu, Lembaga Keuangan Internasional pekan lalu mengatakan anggotanya belum menerima permintaan formal untuk keringanan utang dari negara-negara yang memenuhi syarat.

Meski belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan China untuk ambil bagian, tetapi para pejabat G20 mengatakan mereka akan memonitor pelaksanaan pembekuan utang dan mencatat upaya untuk membentuk kerangka pemantauan fiskal. Tujuannya, memperkuat kualitas data utang dan meningkatkan pengungkapan utang.

"Semua kreditur bilateral resmi harus mengimplementasikan inisiatif ini sepenuhnya dan secara transparan," kata mereka.

kumparan post embed

Mereka juga mengatakan bahwa mereka "sangat mendorong" pemberi pinjaman komersial untuk memberikan bantuan ketika diminta.

Keputusan untuk memperpanjang pembekuan akan datang setelah IMF (Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia menyelesaikan laporan tentang kebutuhan likuiditas negara-negara sebelum pertemuan pejabat keuangan G20 berikutnya pada Oktober mendatang.

Ilustrasi IMF. Foto: Getty Images

Organisasi Kampanye Utang Jubilee yang berpusat di Inggris mengatakan, kegagalan G20 untuk mengambil tindakan lebih cepat dan lebih tegas akan merugikan negara-negara miskin hingga miliaran dolar setiap bulan.

"Kami membutuhkan tindakan cepat dan terpadu, tetapi G20 malah mundur," kata Sarah-Jayne Clifton, Direktur Kampanye Utang Jubilee, salah satu dari banyak kelompok yang menyerukan untuk memperpanjang pembekuan utang dan memperluasnya.

Lebih dari 200 kelompok agama, buruh, hak asasi manusia, lingkungan, dan pembangunan menandatangani surat terpisah yang dipelopori oleh Jubilee USA Network yang dikirim minggu ini kepada para pemimpin G20, Gedung Putih, dan IMF.