Gaji Pemain eSport Profesional RI Bisa di Atas Rp 50 Juta per Bulan

Industri elektronik olahraga atau eSport kini menjadi sangat populer. Perputaran uangnya bisa triliunan rupiah setiap tahunnya.
Menurut lembaga gim dan eSport dunia (Newzoo), perputaran uang dari industri eSport di Indonesia mencapai Rp 13,38 triliun pada 2019. Jumlah itu diperkirakan terus naik seiring dengan tumbuhnya turnamen.
Ada beberapa tim dalam negeri yang memiliki nama besar seperti, Bigetron RA dan Evos. Kedua tim merawat pemain profesional eSport untuk terus memajukan industri eSport di tanah air.
Lalu seperti apa rasanya menjadi pemain eSport Profesional?
Altet eSport Bigetron RA Rully Sutanto menceritakan pengalamannya menjadi pemain profesional. Ia pernah membela timnas Indonesia di putaran Asian Game 2018 lalu.
Sebelumnya, ia hanya pemain game sewajarnya. “Untuk menjadi pro player sudah dari tahun 2016. Tahun 2016 sampai 2018 saya masih bermain game PC League of Legends,” ungkapnya kepada kumparan, Jumat (13/11).
Rully direkrut oleh salah satu tim profesional setelah melalui perjalanan panjang hingga menjadi top leader board. Pada saat itu, awal mula ia bermain League of Legend.
Pria yang kini menginjak usia 26 tahun ini mengaku telah menggeluti dunia game sejak kecil. Saat ini ia sedang dikontrak dengan tim Bigetron dengan durasi kontrak 1 tahun hingga Desember 2021.
Dalam setahun ia mengikuti turnamen sebanyak 2-3 kali. Salah satu turnamen terbesar mampu menggelontorkan hadiah hingga Rp 4 miliar. “Seharusnya turnamen terbesar kemarin itu MPL sih mas total hadiah Rp 4 miliar,” sambungnya.
Mengenai gaji yang diterima Rully enggan menjelaskan lebih rinci. Namun ia mengakui gaji seorang pemain eSport mulai dari Rp 2 juta hingga lebih dari Rp 50 juta per bulan.
“Bisa (gaji Rp 50 juta) kalau memang prestasinya membuktikan,” cetusnya.
