Kumparan Logo

Gandeng BYD, VKTR Target TKDN Bus dan Truk Listrik Capai 50 Persen di 2024

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie (kiri) dan Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono (kanan) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/6/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie (kiri) dan Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono (kanan) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/6/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Perusahaan Bakrie di bidang kendaraan listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menargetkan fasilitas perakitan bus dan truk listrik yang tengah dibangun di Magelang Jawa Tengah dapat mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 50 persen di tahun 2024.

Rencana tersebut didukung oleh dana segar yang diperoleh perusahaan melalui initial public offering (IPO). Adapun VKTR resmi mencatatkan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (19/6).

Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, menuturkan rencana produksi bus dan truk listrik perusahaan didukung oleh kerja sama strategis dengan perusahaan produsen bus listrik terbesar di dunia, BYD Auto.

Produksi bus dan truk listrik tersebut dimulai dari mengimpor CBU (completely built-up) langsung dari pabrik BYD di Shenzhen, China. Namun, dia memastikan TKDN terus meningkat setiap tahunnya.

"Mudah-mudahan di akhir tahun ini sudah bisa sekitar 30 persen taraf kandungan dalam negeri, nanti tahun depan bisa naik lagi bisa 50 persen, tahun depannya lagi bisa 60 persen," ujarnya kepada wartawan di BEI, Senin (19/6).

Peresmian serah terima secara simbolis 22 bus listrik dari PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) kepada PT Mayasari Bakti, di Jakarta, Selasa (14/3/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

Kemudian, Anindya mengatakan VKTR akan meningkatkan bekerja sama dengan pihak BYD adalah untuk komponen baterai dan drive train, pada akhirnya dia pun berharap seluruh komponen bisa diproduksi di dalam negeri.

"Nanti pada akhirnya kita ingin sekali semuanya lokalisasi, bahkan bukan tidak mungkin kita bermimpi punya brand nasional," ungkap dia.

Anindya menuturkan, kerja sama VKTR dengan BYD Auto sudah dimulai sejak 15 tahun lamanya, ketika perusahaan belum mengalihkan bisnis intinya di sektor kendaraan listrik yang berfokus pada bus dan truk listrik.

"Sejak 5 tahun lalu kita menjalin komunikasi memulai bisnis untuk bus dan truk, kami bersama BYD menjadi pelopor, kami dan BYD sangat semangat untuk membuat pabrik salah satunya yang terbesar di Asia Tenggara," jelasnya.

Adapun VKTR tengah membangun fasilitas perakitan melalui kemitraan dengan mitra lokal Trisakti. Fasilitas perakitan bus dan truk listrik ini berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, dengan rencana tahap awal kapasitas perakitan sebesar 500 unit per tahun.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/6/2023). Foto: Dok. Bursa Efek Indonesia

Selanjutnya, target lini produksi fasilitas perakitan tersebut diperkirakan memiliki peningkatan kapasitas hingga lebih dari 3.000 unit per tahun.

Sementara itu, penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum VKTR dialokasikan sebanyak 40,29 persen untuk belanja modal (Capital Expenditure/capex), yang akan mendukung pengembangan produk dan fasilitas produksi.

Kemudian, sekitar 11,69 persen akan diberikan kepada perusahaan anak VKTR, yaitu PT Bakrie Autoparts (BA), dalam bentuk penyertaan modal guna meningkatkan daya saing di sektor komponen kendaraan listrik.

Selain itu, sekitar 2,51 persen akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Tambara Tama Mandiri (TTM), dan sekitar 1,40 persen akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Andara Multi Sarana (AMS). Sisanya, sebesar 44,11 persen, akan dialokasikan untuk modal kerja dan operasional.