Gandeng PT PAL, PLN Bikin Pembangkit Listrik di Kapal Senilai Rp 1,6 Triliun

1 Februari 2022 20:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PT PAL dan PLN luncurkan Pembangkit Listrik Kapal Modern. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
PT PAL dan PLN luncurkan Pembangkit Listrik Kapal Modern. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menggandeng PT PAL (Persero) untuk membangun pembangkit listrik terapung di kapal. Untuk proyek mobile power plant dengan kapasitas total 90 MegaWatt itu, PLN membenamkan investasi Rp 1,6 triliun.
ADVERTISEMENT
Kerja sama PLN melalui anak usahanya, PT Indonesia Power, dengan PT PAL tersebut dilakukan dengan membangun pembangkit listrik di atas kapal atau Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 2 dan BMPP Nusantara 3.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kedua pembangkit listrik terapung itu akan ditempatkan di wilayah Kolaka dan Sambelia.
"BMPP Nusantara 2 dengan kapasitas 60 MW rencananya akan memasok sistem kelistrikan Kolaka, Sulawesi Tenggara melalui jaringan 150 kilo Volt (kV). Sementara BMPP Nusantara 3 akan memasok daya sebesar 30 MW ke sistem Sambelia, Lombok Timur," jelas Darmawan melalui pernyataan resmi, Selasa (1/2).
Kedua mobile power plant tersebut juga akan difungsikan sebagai pemasok daya listrik untuk daerah timur Indonesia. Maka dari itu, kedua unit ini diharapkan dapat lebih lincah lagi dari sisi kecepatan bergerak, sehingga bisa menjadi andalan ketika arus utama kelistrikan terganggu, misalnya ketika terjadi bencana padam.
PT PAL dan PLN luncurkan Pembangkit Listrik Kapal Modern. Foto: Dok. Istimewa
"Harapan kami di BMPP 2 dan 3 nantinya jauh lebih lincah. Secara pergerakan bisa lebih cepat sehingga bisa menjadi reserve margin yang mobile untuk bisa digunakan khususnya jika ada bencana," ujar Darmawan.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod menyatakan PAL akan membuat BMPP Nusantara unit dua dan tiga jauh lebih baik dari sisi teknologi.
"BMPP ini juga, kami sudah ngobrol dengan Pak Darmawan, gimana kalau desainnya bisa lebih langsing. Lambung lebih langsing, sehingga terjangan gelombang di Indonesia yang cukup tinggi bisa dihadapi oleh BMPP Nusantara ini," ujar Kaharuddin.
Secara pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), pembangunan BMPP unit 2 dan 3 juga akan semakin tinggi. Sehingga, dua produk ini bisa sepenuhnya menjadi karya anak bangsa.
Direktur Utama Indonesia Power Ahsin Sidqi juga menjelaskan, kerja sama yang sudah berjalan ini merupakan tonggak awal untuk kerja sama lainnya. "Banyak yang kagum sama ini. Ini akan kita pasarkan di Asia. Beberapa negara lain sudah kontak untuk membutuhkan ini," ujar Ahsin.
ADVERTISEMENT

Jajaki Pengembangan Listrik Arus Laut

PT PAL dan PLN luncurkan Pembangkit Listrik Kapal Modern. Foto: Dok. Istimewa
Selain pengembangan BMPP, PLN dan PAL juga berkolaborasi untuk bisa memanfaatkan potensi arus laut dan ombak yang ada di Indonesia untuk bisa menjadi pembangkit listrik energi baru terbarukan. Langkah ini sejalan dengan RUPTL 'Hijau'.
Darmawan menjelaskan Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas lautan yang memiliki potensi besar. Seperti misalnya arus laut maupun ombak yang ada bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber listrik.
"Di setiap selat di Indonesia itu ada arus laut dan ombak. Ini bisa menjadi kekuatan baru untuk Indonesia," ujar Darmawan.
PLN pun sudah berdiskusi dengan PT PAL mengenai hal ini. Pemetaan potensi arus laut dan ombak yang bisa dijadikan arus listrik dilakukan bersama sama. "Juga kita kaitkan dengan di mana demand berada. Kita juga membahas bersama PT PAL soal pencanangan teknologinya seperti apa," ujar Darmawan.
ADVERTISEMENT