Ganjar Minta Izin Investasi Online Ditinjau Ulang
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengkritik pelayanan izin investasi online atau Online Single Submission (OSS). Menurutnya, ada masalah pada saat proses verifikasi izin investasi.
Ganjar mencontohkan proyek material galian C di Jawa Tengah yang akhirnya ditarik ke pusat untuk proses verifikasi. Pada saat itu Ganjar juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengenai proyek material galian C tersebut.
“Saya mengambil sampel, itu saya bicara juga dengan Menteri BKPM, Saya sampaikan itu izin galian C ditarik ke pusat,” ujarnya saat gelaran Investor Daily Summit 2021 virtual, Selasa (13/7).
Namun, menurut Politikus PDIP ini, proses verifikasi hanya berbentuk kertas dan tidak menjelaskan kondisi secara detail di lapangan. Ganjar menyebut, verifikasi yang dilakukan melalui kertas tidak menjelaskan persoalan proyek di lapangan.
“Buat saya sih senang-senang aja (ditarik ke pusat), tapi dengan OSS izin itu diverifikasi hanya dalam kertas saja apa yang terjadi di lapangan kita tidak pernah tahu,” tegas Ganjar.
Ia pun meminta supaya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meninjau ulang proses verifikasi investasi OSS tersebut. Padahal, berdasarkan catatannya, dalam proyek galian C yang tidak dijelaskan secara detail tersebut terdapat bangunan seperti sekolahan, desa, dan jalan kampung bahkan merusak sebagian kawasan Gunung Merapi.
“Kalau di Jawa Tengah itu di Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Magelang, dan kami tiap hari berkelahi terus soal itu antara rakyat sama kita,” katanya.
“Ya namanya galian C, isinya gali-gali hehe, juga ini kalau kita cerita OSS yang ada maka saya sampaikan kayaknya perlu di-review deh,” jelasnya.
