Kumparan Logo

Ganti Solar dengan Gas, PLN Bisa Hemat Rp 4 Triliun

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melihat isi dalam unit mesin gas utk PLTMG. Foto: Pranamya Dewati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Melihat isi dalam unit mesin gas utk PLTMG. Foto: Pranamya Dewati/kumparan

Pemerintah telah meminta PT PLN (Persero) untuk mengganti bahan bakar pembangkit listrik yang selama ini menggunakan BBM jenis High Speed Diesel (HSD) dengan gas bumi. Tujuannya agar biaya pokok produksi (BPP) listrik menjadi lebih efisien, selain itu mengurangi impor BBM.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, konversi ke gas dimulai tahun ini, perusahaan bisa hemat hingga triliunan rupiah. Sebab, jika pembangkit-pembangkit listrik beralih menggunakan gas, konsumsi BBM untuk kelistrikan bakal terpangkas 1 juta kiloliter (KL).

"Konsumsi BBM di tahun lalu oleh PLN 2,6 juta KL. Yang bisa diubah ke gas berdasarkan identifikasi 1,6 juta KL dengan estimasi pengurangan biaya operasi Rp 4 triliun. Jadi, terjadi penurunan konsumsi BBM dari 2,6 juta ke 1,6 juta KL tersebut akan mengurangi biaya operasi," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (28/1).

Direktur Utama PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Peralihan dari BBM ke gas ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, Serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG Dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Mengimplementasikan Kepmen tersebut, PLN pun mengkonversi pembangkit listrik BBM ke gas sebanyak 52 unit. Mengacu ke aturan tersebut, konversi itu bakal diselesaikan selama dua tahun ke depan.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa 52 pembangkit listrik yang akan beralih dari BBM ke gas tersebut tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di daerah timur Indonesia. Penggunaan gas bumi ini agar impor BBM bisa ditekan.