Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Gapki Jajaki Ekspor ke Afrika-Timur Tengah Usai RI Kena Tarif Impor AS 32%
3 April 2025 11:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
"Paling tidak akan terjadi stagnasi besaran ekspor ke US," kata Eddy Martono kepada kumparan, Kamis (3/4).
Eddy menilai kebijakan kenaikan tarif tersebut kemungkinan akan berpengaruh terhadap ekspor minyak sawit Indonesia ke AS. Secara, tahun 2024 ekspor minyak sawit ke AS tembus 2 juta ton.
"Ekspor minyak sawit Indonesia ke US terus meningkat dalam 5 tahun terakhir dari dibawah 1 juta ton sekarang sudah melebihi 2 juta ton," ujar Eddy.
Menurut Eddy, tidak semua produk minyak sawit bisa digantikan dengan minyak nabati lain, contohnya seperti margarin tak bisa dibuat dari minyak kedelai karena secara kesehatan justru dilarang alias bisa menyebabkan kanker.
Selain itu, beberapa produk dari oleo chemical minyak sawit juga tidak bisa digantikan dengan minyak nabati lain. Artinya, jika minyak sawit RI tetap dibutuhkan AS, maka yang akan dirugikan adalah konsumen dari AS itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, GAPKI meminta pemerintah menyiapkan dengan alternatif lain, bukan hanya penurunan beban di dalam negeri saja seperti Domestic Market Obligation (DMO), Persetujuan Ekspor (PE), dan Bea Keluar (BK).
Di samping itu, GAPKI berpotensi menggeser pasar tujuan ekspor di luar Amerika Serikat, seperti di Benua Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tengah sebagai peluang pasar yang baru.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS, lebih cepat dari jadwal sebelumnya pada Kamis (3/4) pagi. Dia menyebutnya sebagai 'Hari Pembebasan' atau 'Liberation Day'.
Nama negara yang pertama disebut Trump adalah China yang dikenakan tarif impor atau tarif imbal balik (resiprokal) 34 persen. Indonesia juga tidak luput dari target Trump. Dalam daftar yang dipegang Trump dalam konferensi pers, Indonesia kena tarif impor 32 persen.
ADVERTISEMENT
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%