Kumparan Logo

Garuda Nego Ulang Pesanan 49 Pesawat Boeing 737 MAX, Ada Opsi Pembatalan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat boeing max 8 737 milik Garuda Indonesia Foto: Nurlaela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat boeing max 8 737 milik Garuda Indonesia Foto: Nurlaela/kumparan

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia tengah menempuh upaya negosiasi ulang atas pemesanan pesawat jenis Boeing 737 MAX. Langkah tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra.

Sebagaimana diketahui, pesawat keluaran Boeing ini sebelumnya sempat dikenakan sanksi larangan terbang oleh Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat atau FAA lantaran dua insiden jatuhnya pesawat, yakni Lion Air di 2018 dan Ethiopian Airlines di 2019 yang merenggut 346 korban jiwa. Larangan terbang itu kemudian sudah dicabut pada November 2020.

Garuda sendiri, kata Irfan, telah melakukan pemesanan sebanyak 50 pesawat sebelum insiden tersebut terjadi. Dengan rincian, satu pesawat sudah berada di Indonesia dan 49 lainnya belum dikirimkan.

Suasana di dalam pesawat Garuda Boeing 737 Max 8 Foto: Nurlaela/kumparan

Kini meski telah ada lampu hijau untuk pesawat bikinan AS itu kembali mengudara, Irfan menegaskan garuda masih akan manut dengan kebijakan otoritas penerbangan tanah air.

"Jadi posisi per hari ini masih ada order 49 unit 737 MAX, memang betul kemarin FAA membuka izin untuk membolehkan 737 terbang. Buat kami di Indonesia tentu saja yang kita manut itu adalah otoritas penerbangan di Indonesia, kami masih menunggu soal itu," jelas Irfan dalam Public Expose Garuda Indonesia, Selasa (15/12).

Atas pertimbangan tersebut, Irfan menjelaskan bahwa perseroan saat ini melakukan upaya negosiasi ulang dengan pihak Boeing. Negosiasi pertama yang diupayakan yakni mengenai penundaan rencana pengiriman pesawat.

Suasana di pesawat Garuda Boeing 737 Max 8 Foto: Nurlaela/kumparan

Kendati begitu, Irfan tak menampik adanya opsi lain yang bisa saja terjadi selama proses negosiasi berjalan. Negosiasi itu yakni berupa pembatalan order terhadap Boeing 737 MAX.

"Dan juga teman-teman di Garuda sedang juga mengupayakan diskusi lainya terhadap 737 MAX order kita ini. Salah satu yang mungkin juga akan bisa terjadi adalah di dalam negosiasi ini apabila tidak ketemu dan tidak memperoleh izin, tentu saja salah satu ya, jangan dimasukkan sebagai satu satunya bagian dari negosiasi tersebut, tentu saja membatalkan," papar Irfan.

kumparan post embed

Meski demikian, opsi tersebut tentu saja tak serta merta bisa dilakukan dengan mudah. Kerja sama puluhan tahun dengan Boeing dan hubungan bilateral kedua negara, jadi faktor lain yang dipertimbangkan Garuda.

"Jadi kita mencoba mencari jalan solusi terbaik terhadap situasi ini, sambil menunggu otoritas penerbangan Indonesia memberi sinyal positif atau negatif terhadap 737 MAX," tutupnya.