Kumparan Logo

Grab soal Pertumbuhan Ekonomi RI 5,11% di Kuartal I 2024: Ada Peran Digitalisasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aplikasi Grab dan GrabFood Foto: Dok. Grab
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aplikasi Grab dan GrabFood Foto: Dok. Grab

Grab Indonesia mengungkapkan ada peran digitalisasi dalam moncernya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adapun, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan atau year on year (yoy) di kuartal I 2024.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan proses digitalisasi mempermudah masyarakat untuk belanja yang mengerek tingkat konsumsi rumah tangga.

Pada kuartal I 2024, konsumsi rumah tangga menyumbang 54,93 persen ke pertumbuhan ekonomi kuartal I 2024. Angka itu tumbuh 4,91 persen secara yoy.

“Untuk dapat mendukung ketahanan dan kemajuan ekonomi nasional, peran teknologi dan digitalisasi menjadi semakin penting. Digitalisasi menjadi hal-hal yang sangat penting bagi Indonesia,” kata Neneng dalam acara Grab Business Forum di Ballroom Hotel Kempinski, Selasa (14/5).

Neneng mengatakan melalui pelayanan Grab for Business, pihaknya berupaya membantu perusahaan melalui beragam solusi business-to-business dan teknologi yang terintegrasi untuk menyederhanakan proses operasional.

"Kami menawarkan pelayanan Grab for Business yang berupaya membantu perusahaan lewat beragam solusi dan teknologi yang terintegrasi," ungkapnya.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Grab Indonesia Catat Sepanjang 2023 Ada 7,8 Juta Transaksi Korporasi

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Grab For Business, Roy Nugroho mencatat terjadi 7,8 juta kali transaksi di layanan Grab for Bisnis sepanjang 2023. Total transaksi tersebut mencakup layanan GrabCar, GrabBike, GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress.

"Total transaksi ini, ketika kita bentangkan menjadi sebuah distance itu ada 95 tera meter yang kemudian dianalogikan perjalanan Jakarta Singapura 53 Kali," kata Roy.

"Hal itulah menyebabkan terjadinya Greenhouse gas (GHG) emissions yang cukup besar," tambahnya.

Roy mengatakan, kehadiran fitur carbon offset memungkinkan konsumen untuk melakukan carbon offset dari perjalanannya. Sepanjang 2023, pihaknya sudah mengumpulkan sebanyak 843 ton CO2 yang akan di-offset.

Dalam hal ini, Grab berkolaborasi dengan Chevron untuk membeli kredit karbon yang dihasilkan dari Proyek Katingan Mentaya di Indonesia.

"Jadi ini kita akan hubungkan dengan jaringan Mentaya di sentral Kalimantan. Mari untuk bumi tercinta, kita aware dan push green inisiatif melalui grab car elektrik dan grab bike elektrik," katanya.

instagram embed