Kumparan Logo

Grab Tanggapi soal Maju Mundur Larangan Diskon Ojek Online

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Dalam sepekan ini, wacana soal penghapusan diskon ojek online (ojol) sempat santer diperbincangkan. Meski tak berselang lama, aturan itu akhirnya dibatalkan.

Keberadaan diskon pada ojol memang tak dipungkiri menjadi daya pikat tersendiri bagi penumpang. Misalnya saja, Grab memiliki diskon sampai penumpang hanya membayar Rp 1 hingga bebas biaya untuk sekali perjalanan. Belum lagi berbagai diskon di layanan lainnya seperti Grab Food.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata pun tak menyangkal hal itu. Namun, ia berpendapat, diskon yang ditebar selama ini bukan merupakan alat utama dalam berbisnis.

“Promo diskon bukan alat utama,” tegasnya ketika ditemui di Hotel Sopo Del, Jakarta, Kamis (13/6).

Ojek motor Grab. Foto: REUTERS/Beawiharta

Berkenaan itu, ia menekankan, diskon pada Grab memiliki setidaknya beberapa tujuan. Yaitu, sebagai promosi, loyalty, dan mengubah kebiasaan moda transportasi berbasis online.

“Promo diskon adalah alat nomor satu untuk promotion, kedua ada loyalty, ketiga juga changing habits,” lanjutnya.

Lantas, apakah setelah ini Grab akan menghapus diskon? Utamanya setelah wacana aturan penghapusan diskon oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencuat?

“Enggak ada (penghapusan diskon di Grab) ya sampai saat ini,” ujarnya.

embed from external kumparan

Meski begitu, pihaknya mengaku membuka diri untuk berkomunikasi dengan regulator dan membuka masukan terkait ojol.

“Kita hanya beri masukan aja sih, masukan lebih dari pendapatan mitra pengemudi kita pelanggan kita, lebih pada itu. Akhirnya pemerintah yang mengatur,” pungkasnya.