Harga Gandum Mahal, Indofood akan Kembangkan Mi Instan dari Bahan Sorgum

13 Agustus 2022 10:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Indofood. Foto: AFP/ROMEO GACAD
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Indofood. Foto: AFP/ROMEO GACAD
ADVERTISEMENT
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan mengembangkan mi instan berbahan dasar dari komoditas pangan lokal, yaitu sorgum untuk menggantikan gandum yang diimpor dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
Direktur Indofood, Fransiscus Welirang, mengatakan rencana pengembangan mi instan dari bahan baku Sorgum tersebut sudah dibicarakan dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
"Jadi, nanti ada program pengembangan tanaman sorgum bersama-sama," kata Fransiscus seperti dikutip dari Antara, Sabtu (13/8).
Fransiscus mengatakan Indofood mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi krisis pangan global dengan mencari alternatif bahan baku lokal seperti sorgum.
Menurut dia, sorgum merupakan tanaman asli Indonesia yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan nasional. Salah satunya untuk bahan baku mi instan.
Pengembangan sorgum, kata Fransiscus, berperan penting untuk mensubtitusi tepung terigu berbahan dasar gandum yang sampai saat ini masih bergantung pada impor. Pada tahun 2021, impor gandum Indonesia tercatat 11,69 juta ton.
ADVERTISEMENT
Fransiscus mengatakan Indofood siap melakukan proses pengolahan komoditas sorgum, sementara pemerintah melalui Kementerian Pertanian diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sorgum nasional.
"Pertanian dalam bidang budidaya, dan kami dalam bidang prosesnya. Apalagi produk tepung ini kan berkembang terus, akan ada produk baru yang berkembang. Yang pasti inisiasinya dari Kementan," katanya.
Ilustrasi sorgum Foto: Dok. Thinkstock
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, konsumsi gandum penduduk Indonesia tahun 2019 adalah 30,5 kg per kapita per tahun. Kebutuhan gandum terbesar adalah untuk industri produk pangan olahan seperti mie instan, kue, dan roti.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, menilai kondisi pangan dunia saat ini yang tengah tertekanan akibat pandemi Covid-19, perubahan iklim, serta perang Ukraina-Rusia yang mengancam pada krisis pangan global.
ADVERTISEMENT
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mensubtitusi kebutuhan bahan pangan impor dengan bahan baku lokal. Untuk kebutuhan industri pangan olahan berbasis tepung terigu, pemerintah mulai menggalakkan penanaman sorgum, singkong, dan sagu yang dapat mensubstitusi gandum.
"Kementan juga memperkuat dan menyediakan pangan lokal alternatif, dari umbi-umbian, pisang dan aneka produk tanaman lokal lain,” kata Kuntoro.