Harga Minyak Indonesia Naik USD 7,11 per Barel di Desember 2020

8 Januari 2021 9:17
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Harga Minyak Indonesia Naik USD 7,11 per Barel di Desember 2020 (41384)
searchPerbesar
Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol
Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) bulan Desember 2020 ditetapkan sebesar USD 47,78 per barel atau naik sebesar USD 7,11 per barel dari USD 40,67 per barel pada November 2020. Kenaikan ini tak lepas dari proyeksi geliat ekonomi global setelah disetujuinya vaksinasi massal COVID-19 di kawasan Eropa dan Amerika.
ADVERTISEMENT
"Persetujuan proses vaksinasi menumbuhkan optimisme pasar dan turut memicu permintaan minyak dunia," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi, Jumat (8/1).
Di samping upaya vaksinasi, sambung Agung, terdapat kesepakatan antara negara-negara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan aliansinya untuk melanjutkan pemotongan produksi sebesar 7,2 juta barel per hari mulai Januari 2021.
Pada bulan Desember 2020, OPEC sendiri melaporkan adanya peningkatan permintaan pasokan OPEC untuk tahun 2020 sebesar 0,1 juta barel per hari dibandingkan proyeksi sebelumnya menjadi 22,2 juta barel per hari. Di sisi lain, terjadi penurunan pasokan minyak dari negara-negara non OPEC untuk tahun 2020 sebesar 0,08 juta barel per hari lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, utamanya dari Brasil, Amerika Serikat, Inggris, dan Norwegia.
Harga Minyak Indonesia Naik USD 7,11 per Barel di Desember 2020 (41385)
searchPerbesar
Gedung OPEC. Foto: Wikimedia Commons
"OPEC memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen dibanding proyeksi bulan sebelumnya, didukung dari Jepang, Brasil, Rusia dan beberapa negara OECD lainnya," ungkap Agung.
ADVERTISEMENT
Sentimen lain dari kenaikan ICP adalah optimisme pasar terhadap kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa dengan Inggris pasca Brexit serta memanasnya kondisi geopolitik di beberapa negara produsen minyak mentah, seperti peledakan 2 sumur minyak di Kirkuk- Irak dan pelaksanaan kembali pembangunan pipa gas nord stream 2 dari Rusia ke Jerman terhadap penerapan sanksi dari Amerika Serikat.
Khusus di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh permintaan minyak mentah yang kuat di India sebesar 4,34 juta barel per hari di kuartal 4 tahun 2020 dengan rata-rata tahun 2020 sebesar 4,14 juta barel per hari, China sebesar 13,98 juta barel per hari di kuartal 4 tahun 2020 dengan rata-rata tahun 2020 sebesar 12,81 juta barel per hari dan negara-negara kawasan Asia Pasifik lainnya.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan kajian Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang kuat di China sebesar 2 persen untuk tahun 2020 dan sebesar 6,9 persen untuk tahun 2021 dan Jepang meningkat sebesar 0,5 persen lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yaitu minus 5,2 persen di tahun 2020 dan 2,8 persen di tahun 2021.
Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Desember 2020 dibandingkan bulan November 2020 sebagai berikut:
- Dated Brent naik sebesar USD 7,20 per barel dari USD 42,66 per barel menjadi USD 49,86 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar USD 5,72 per barel dari USD 41,35 per barel menjadi USD 47,07 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar USD 5,98 per barel dari USD42,61 per barel menjadi USD 48,59 per barel.
ADVERTISEMENT
- Brent (ICE) naik sebesar USD 6,24 per barel dari USD43,98 per barel menjadi USD 50,22 per barel.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020