Kumparan Logo

Harga Semen Tiga Roda Akan Naik Rp 1.000 per Sak

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Plant 14 Indocement. (Foto: Dok. Indocement)
zoom-in-whitePerbesar
Plant 14 Indocement. (Foto: Dok. Indocement)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berencana untuk menaikkan harga semen produksinya dengan merek Tiga Roda pada tahun ini. Rencana ini dilakukan menyusul adanya kenaikan harga batu bara yang menyentuh USD 100 per metrik ton.

Perlu diketahui, bahan baku pembuat semen adalah Gypsum, Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). FABA merupakan jenis limbah B3 yang dihasilkan dari konsumsi batu bara.

"Saat ini, karena biaya batu bara naik, kami coba meneruskan biaya batu bara itu ke harga penjualan. Mau naikin Rp 500 sampai Rp 1.000 per sak di beberapa titik, di kota-kota tertentu yang kami melihat pasar kami cukup besar," kata Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya saat paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Sudirman, Jakarta, Jumat (23/3).

Plant 14 Indocement. (Foto: Instagram @harmoni3roda)
zoom-in-whitePerbesar
Plant 14 Indocement. (Foto: Instagram @harmoni3roda)

Dia menegaskan kenaikan harga semen hanya terjadi pada beberapa titik yang pasarnya cukup besar. Misalnya di Jawa Tengah dan Pulau Sumatera. Kenaikan harga semen dianggap perlu dilakukan mengingat tingginya biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan saat ini.

"Kita akan coba (naikkan) karena biaya batu bara akan naik signifikan. Harga batu bara naik banyak, rupiah terdepresiasi, minyak sedang naik," sebutnya.

Selain bahan baku produksi yang naik, industri semen di dalam negeri juga tengah menghadapi masa sulit. Sebab jumlah produksi semen nasional yang melimpah (over supply) tidak berimbang dengan penyerapan pasar yang justru lebih rendah.

"Kelebihan pasokan akan tetap terjadi, tapi saya percaya konsolidasi akan terjadi tidak lama lagi di tahun ini dan ini akan membuat lebih stabil dan lebih baik," jelasnya.