Kumparan Logo

Harga Tahu dan Tempe Naik 20 Persen Mulai Minggu Depan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja melakukan proses pembuatan tahu dan tempe di Sentra Pembuatan Tahu dan Tempe Primkopti, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (13/9). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja melakukan proses pembuatan tahu dan tempe di Sentra Pembuatan Tahu dan Tempe Primkopti, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (13/9). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (PUSKOPTI) akan mogok produksi pada 21-23 Februari 2022. Aksi ini menyusul harga kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu melonjak.

Ketua PUSKOPTI DKI Jakarta, Sutaryo, mengatakan aksi mogok produksi ini dilakukan untuk menaikkan harga jual tempe dan tahu sembari menunggu pemerintah mengambil tindakan.

“Dengan estimasi harga kedelai akan mencapai harga Rp 12.000 per kg maka pengrajin pada demo untuk menaikkan harga jual tempe dan tahunya secara bersama-sama. Rata-rata naiknya 20 persen dari harga sebelumnya,” ujar Sutaryo pada rilis resmi PUSKOPTI DKI Jakarta yang diterima kumparan, Kamis (17/2).

Sutaryo menjelaskan untuk saat ini harga tempe dari Rp 5.000 per potong kini dibanderol Rp 6.000 per potong. Dan untuk harga tahu sebelumnya dijual seharga Rp 35.000 per papan akan naik sesuai persentase. Sementara untuk harga tahu jenis lainnya menyesuaikan.

com-Tempe, makanan yang mengandung Bifidobacterium bifidum. Foto: Shutterstock

Lebih lanjut, Sutaryo mengatakan bahwa permasalahan yang dialami pengrajin tempe tahu ini terjadi sudah sejak tahun 2008 silam, dan setiap tahun rutin terulang. Menurutnya hal itu disebabkan karena perdagangan kedelai selama ini dipegang oleh pihak swasta.

“Hari ini juga harga kedelai di Indonesia juga naik, para importir menetapkan harga jual importir juga nai. Bagi pedagang tempe dan tahu sulit untuk menetapkan harga jual. Hal ini yang bisa mengatur tata niaga kedelai adalah pemerintah,” terangnya.

Adapun aksi mogok produksi ini dilakukan produsen tempe dan tahu se-Jabodetabek selama 3 hari dimulai dari tanggal 21-23 Februari 2022.

“Apabila pada tanggal mogok produksi ada yang melakukan kegiatan produksi dan dagang tempe tahu, maka produk tersebut akan di-sweeping oleh rekan-rekan sesama pengrajin,” pungkasnya.