Hari Ini Bulog Mulai Distribusikan Bantuan Beras Sebanyak 200 Ribu Ton
·waktu baca 2 menit

Perum Bulog mulai menyalurkan tambahan Bantuan Beras PPKM 2021 per hari ini, Minggu (18/7). Bantuan ini diberikan usai Presiden Jokowi meminta Bulog dan Kementerian Sosial percepat bantuan beras ini kemarin, Sabtu (17/7).
Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengatakan penyaluran bansos berupa beras mulai hari ini menyusul penyerahan data dari Kementerian Sosial pada hari Jumat (16/7), yang ditandai dengan pemberangkatan perdana truk pengangkut Bantuan Beras PPKM tersebut dari Kompleks Pergudangan Bulog, Kelapa Gading. Jakarta Utara.
Menurut dia, penyaluran bantuan serupa juga dilakukan serentak di seluruh gudang-gudang Bulog di Indonesia. Masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) nantinya mendapat tambahan bantuan beras sebanyak 10 kilogram.
"Sesuai instruksi dari Presiden, mulai hari ini tambahan Bantuan Beras PPKM ini akan kami kirimkan kepada 10 juta KPM Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 10 juta KPM Program Keluarga Harapan (PKH) sesuai data yang kami terima dari Kemensos," kata Budi dalam keterangan resmi, Minggu (17/7).
Budi Waseso menegaskan perusahaan telah menetapkan ‘quality control management’ yang bertugas memastikan kualitas beras Bulog sesuai standar kualitas terbaik. Bulog juga berkomitmen memastikan kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan dengan membentuk Tim monitoring dan Evaluasi (Monev).
"Selain membentuk Tim Monev, jajaran direksi dan tim juga terjun langsung melakukan pengecekan tahap akhir pada Sabtu kemarin guna memastikan penyaluran tambahan Bantuan Beras PPKM 2021 ini dapat berjalan lancar sesuai dengan arahan pak presiden," ujarnya.
Adapun jumlah bantuan beras yang dibagikan Bulog untuk bantuan akibat pemberlakuan PPKM Darurat ini mencapai 200 ribu ton sesuai hasil rapat internal bersama Presiden Jokowi dan sejumlah menteri.
Dengan adanya tambahan Bantuan Beras PPKM 2021 ini, menurutnya, tidak hanya masyarakat penerima saja yang merasakan manfaatnya, namun juga para petani yang juga merupakan kelompok masyarakat terdampak COVID-19.
Sebab, beras Bulog berasal dari beras petani yang dibeli sesuai amanah dari Inpres No.5 Tahun 2015.
"Kami menyadari bahwa tugas pemenuhan pangan bagi masyarakat yang terdampak di setiap daerah akan berjalan dengan baik apabila terdapat sinergi di antara seluruh pihak. Untuk itu saya berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama menyukseskan program ini, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.
