Hikmah Long Weekend, Keterisian Hotel Mulai Bergairah

Keterisian hotel pada libur panjang (long weekend) minggu ini diperkirakan akan meningkat signifikan. Pengusaha hotel menyatakan saat ini tren keterisian hotel mulai membaik. Keterisian hotel dan penginapan ini menjadi angin segar karena sebelumnya tingkat keterisian sangat-sangat rendah akibat pandemi.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan, keterisian hotel di Pulau Jawa lebih tinggi dibanding di daerah-daerah lain. Sebab saat ini orang-orang cenderung libur menggunakan kendaraan pribadi di lokasi yang dekat saja.
“Kita optimistis ya. Kita bicara di puncak atau Bogor itu destinasi dekat dari Jakarta. Sekarang banyak pakai kendaraan pribadi meningkat cukup tajam. Jadi paling banyak itu di sekitar Pulau Jawa,” katanya kepada kumparan, Rabu (19/8).
Ia memperkirakan untuk hotel di Pulau Jawa akan terjadi keterisian sekitar 10-15 persen. Kendati demikian kata Maulana, keterisian hotel tergantung daerah-daerah.
“Contohnya seperti Bali masih 2 persen karena PSBB baru bulan Juli,” sambungnya.
Ia optimistis okupansi hotel akan membaik secara perlahan. Hal ini telah tercermin dari liburan pada 17 Agustus kemarin. Pada saat itu okupansi hotel secara nasional telah mencapai 19 persen.
“Namun itu kan rata rata nasional jadi tidak merata setiap daerah jadi ada yang kecil single digit,” katanya.
Sebelumnya, Jumat, 21 Agustus 2020 atau sehari setelah libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai cuti bersama. Artinya long weekend atau libur panjang akhir pekan ini akan berlangsung 4 hari berturut-turut.
Penetapan cuti bersama itu diatur dalam Keputusan Presiden atau Keppres No. 17 tahun 2020 tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2020. Keppres tersebut telah diteken Presiden Jokowi pada Selasa (18/8).
