Hingga Akhir September 2018, Penyaluran KPR FLPP Baru 40,9 Persen

Realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR Bersubsidi yang digulirkan Kementerian PUPR hingga akhir September 2018 baru mencapai 17.186 unit rumah.
Adapun target penyaluran KPR Bersubsidi kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada tahun ini sebanyak 42.000 rumah. Artinya penyaluran KPR Bersubsidi hingga akhir September 2018 baru 40,91 persen dari target.
“Iya, sekitar 17 ribu itu, itu tertanggal 26 September 2018,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, kepada kumparan, Senin (1/10).
Dari 17.186 KPR Bersubsidi tersebut, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) berkontribusi menyalurkan 7.718 unit, BRI Syariah sebanyak 5.142 unit, BNI sebanyak 2.034 unit, dan Bank Artha Graha sebanyak 1.666 unit.

Kemudian, bank lain yang menyalurkan KPR Bersubsidi ialah Bank Mandiri sebanyak 408 unit, Bank BRI sebanyak 217 unit, dan BTPN sebanyak 1 unit. Namun demikian, Lana optimistis, target penyaluran KPR Bersubsidi masih bisa tercapai.
“Masih (optimistis). Seperti BTN kan sekarang sudah menyalurkan, tapi belum tercatat. Nanti kita lihat di akhir tahun,” ucap Lana.
Sebelumnya, dia mengungkapkan, di awal tahun 2018, terdapat 40 bank pelaksana yang ditunjuk sebagai penyalur KPR FLPP melalui Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO). Namun tak semuanya menjalankan penugasan yang diberikan.
“Dari 40 bank pelaksana itu, hanya 11 bank pelaksana yang menyalurkan KPR FLPP. Rencananya nanti bank-bank yang tidak menyalurkan ini, kuotanya akan kami pindahkan ke bank yang kinerjanya bagus,” paparnya.
