Kumparan Logo

Holding BUMN Farmasi Akan Kurangi Impor Bahan Baku Obat Jadi 75 Persen

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertumbuhan Industri Farmasi Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Pertumbuhan Industri Farmasi Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Holding BUMN Farmasi telah resmi dibentuk pada 31 Januari 2020. Ini merupakan perusahaan BUMN gabungan antara lain PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.

Direktur Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, dengan adanya Holding BUMN Farmasi akan memberikan keuntungan bagi industri farmasi dalam negeri.

"Kita selama ini kan sebagian besar bahan baku obat impor hingga 90 persen. Dengan holding BUMN ini kita bisa mengurangi impor (jadi) 75 persen," katanya saat konferensi pers di Restoran Jambuluwuk Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Ia menjelaskan, tujuan lain dari Holding BUMN Farmasi yaitu untuk memperkuat kemandirian industri farmasi dalam negeri. Saat ini ada beberapa tantangan yang cukup berat.

Pameran Bahan Farmasi Se-Asia Tenggara 2018 Foto: Abdul Latif/kumparan

"Di mana Indonesia masih dihadapkan pada beberapa tantangan yang cukup signifikan, di mana Indonesia masih bergantung pada impor khususnya untuk bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredients (API)," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama Kimia Varma Verdi Budidarmo menambahkan, dengan terbentuknya Holding BUMN Farmasi ini akan mendukung hilirisasi produk Kimia Farma, Bio Farma dan Indofarma.

"Kimia Farma memiliki rantai bisnis dari hulu ke hilir seperti retail farmasi, distribusi, laboratorium diagnostik, dan klinik kesehatan," kata dia.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto berharap, Holding BUMN Farmasi akan mampu mengembangkan produk-produk farmasi dalam negeri.

"Farmasi dan health care kelas dunia yang berdaya saing global," tuturnya.