Holding BUMN Pertahanan, Defend ID, Targetkan Pendapatan Rp 30,76 T di 2025

27 Februari 2025 13:53 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gedung LEN Indonesia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Gedung LEN Indonesia. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Holding BUMN Industri Pertahanan, Defend ID, menargetkan total pendapatan di tahun 2025 mencapai Rp 30,76 triliun atau meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya Rp 26,06 triliun.
ADVERTISEMENT
"Kami targetkan pendapatan BUMN pertahanan ini di tahun 2025 mencapai Rp 30,76 T, meningkat 18 persenan," jelas Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (27/2).
Gambaran target market 2025 Defend ID mencakup di sektor pertahanan dan nonpertahanan (komersial).
Dengan rincian sektor pertahanan PT Len Industri mencakup customer Kementerian Pertahanan (Kemhan) nilainya Rp 3,26 triliun, PT Dirgantara mencakup customer Kemhan, Nigerian Army, Nepal, dan Pantai Gading senilai Rp 9,40 triliun, PT Dahana melayani kebutuhan Kemhan senilai Rp 0,22 triliun, dan PT Pal melayani Kemhan, dan UAE Rp 7,32 triliun.
Di sektor nonpertahanan, ada PT Len memenuhi kebutuhan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), BMKG, ESDM, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), PNR Phillipine, BUMS, dan BUMD senilai Rp 2,22 triliun. PT Dirgantara memenuhi permintaan MOAC, Avitra, TA, Pemerintah Daerah, dan Bappenas senilai Rp 2,52 triliun.
ADVERTISEMENT
Lalu ada PT Pindad memenuhi kebutuhan BUMN, Kementerian, Dinas Provinsi, dan Dinas Kota/Kabupaten senilai Rp 2,36 triliun, PT Dahana melayani BUMN, BUMS, dan Johnex Australia dengan nilai Rp 4,02 triliun, serta PT Pal melayani BUMN dan BUMS senilai Rp 0,55 triliun.
"Target market 2025 dengan nilai kontrak Rp 37,6 T," sebut dia.
Dengan EBITDA tumbuh Rp 3,16 triliun atau ditargetkan meningkat 41 persen dibandingkan nilai EBITDA 2024 yang hanya di angka Rp 2,24 triliun.
Untuk laba bersih 2025, BUMN pertahanan Defend ID ini menargetkan total Rp 937 miliar atau tumbuh 34 persen dibanding tahun sebelumnya di angka Rp 700 miliar.
"Total aset RKAP 2025 diprediksi mengalami penurunan 4 persen dari tahun lalu, dipengaruhi oleh menurunnya aset kontrak seiring terealisasinya efektif kontrak," lanjut Joga.
ADVERTISEMENT
Sedangkan, total ekuitas pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 ditargetkan mengalami kenaikan 7 persen yang dipengaruhi karena penerimaan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2025, kenaikan laba, serta penurunan liabilitas sebesar 8 persen.
Dari sisi Cash Flow Operation (CFO) Defend ID tahun ini ditargetkan sebesar Rp 4,29 triliun atau bertumbuh 166 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,61 triliun.
"CFO masing-masing perusahaan PT Len Rp 821,2 miliar, Pindad Rp 503,2 M, PAL Rp 982,5 miliar, Dahana Rp 349,6 M, dan PT Dirgantara Rp 1,7 T," kata Joga.
Adapun, roadmap sasaran 2025-2026 Defend ID akan membentuk New Len dan revitalisasi fasilitas produksi.
Detailnya, Defend ID bakal spin off bisnis induk ke New Len, penguatan peran strategis induk, pembangunan dan pengoperasian fasilitas radar, kapal selam, N219, CN235, dan galangan kapal, peningkatan kapasitas produksi, juga modernisasi dan optimalisasi fasilitas MRO khusus untuk pesawat terbang dan galangan kapal.
ADVERTISEMENT
Ihwal anggaran investasi 2025, Defend ID mengkomposisikan Rp 2,42 triliun dengan pembagian Rp 2,21 triliun untuk pengembangan dan Rp 211 miliar untuk perihal rutin. Sumber dana investasi ini berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,42 triliun dan non-PMN Rp 1,01 triliun.
Anggaran investasi tersebut akan dibagi ke anggota dari holding Defend ID. Di mana, PT Pal mendapat anggaran paling besar sebesar Rp 748,7 miliar, PT Pindad dianggarkan Rp 492,6 miliar, PT Dahana Rp 460,7 miliar, PT Dirgantara Rp 354,9 miliar, dan PT Len Industri mendapat Rp 365,4 miliar.