Hyundai Motor Akan Bangun Pabrik di Indonesia untuk Pasar ASEAN

Industri otomotif terkemuka Korea Selatan, Hyundai Motor Company, akan membangun pusat manufaktur di Indonesia sebagai basis produksi untuk kawasan ASEAN (Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara).
Keputusan Hyundai Motor Company untuk memilih Indonesia itu, dituangkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pemerintah Indonesia. Penandatanganan MoU dilakukan Selasa (26/11), di pabrik Hyundai Motor di Ulsan, Korea Selatan.
Hadir pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo; Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Dari pihak Hyundai, ada Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung; Serta Presiden dan CEO Hyundai Motor Company, Wonhee Lee.
"Pembangunan pabrik manufaktur Hyundai Motor di Indonesia dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah Indonesia," kata Euisun Chung melalui pernyataan resmi, Selasa (26/11).
Untuk lokasi pembangunan pabrik yang merupakan pusat manufaktur tersebut, Hyundai memilih Kawasan Industri Delta Mas di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pabrik yang terintegrasi itu, akan menempati areal seluas 77,6 hektare.
Dia menambahkan, Hyundai secara aktif akan terus mendengarkan dan menanggapi setiap harapan dan kebijakan pemerintah Indonesia, keterkaitan dengan kendaraan ramah lingkungan. Selain itu, rencana pengembangan dari Indonesia ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap komunitas ASEAN.
Lebih jauh lagi, pabrik ini akan menjadi pusat untuk berbagai fasilitas pemasok lokal. Hyundai berharap dapat turut berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem suku cadang otomotif Indonesia, dengan memberikan dukungan kepada mitra lokal dengan kemampuan dan sumber daya produksi internal.
