IHSG Diprediksi Menguat, Pelaku Pasar Harap Kinerja Neraca Perdagangan Terjaga
·waktu baca 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Kamis (16/11). Pada perdagangan Rabu (15/11), IHSG menguat 96,149 poin atau 1,4 persen ke level 6.958,205.
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan bulan Oktober mengalami surplus USD 3,48 miliar atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang senilai USD 3,42 miliar.
“Pasar berharap momentum ini terus terjaga dan juga harapannya. Pemerintah dapat mewaspadai risiko penurunan permintaan ekspor dari negara mitra utama dagang yakni Amerika Serikat, China, Uni Eropa, dan Jepang,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (16/11).
Dengan surplusnya neraca perdagangan, tentunya ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri karena dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya permintaan dan penawaran ekspor produk ke negara lain, sehingga akan memberikan kontribusi pada PDB atau GDP dan juga menambahnya sumber devisa negara.
“Pencapaian tersebut tentunya perlu diapresiasi di saat penurunan harga komoditas, risiko inflasi global yang terus berlanjut, serta penurunan aktivitas perdagangan global,” lanjutnya. Di sisi lain, pemerintah secara paralel juga terus mengembangkan ekspor ke negara lain seperti India dan negara-negara ASEAN.
Senada, tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji rentang area 6.990-7.020 terlebih, terlihat IHSG menembus area resistance di 6.887 pada perdagangan Rabu.
“Namun demikian, waspadai akan adanya gap yang terjadi pada rentang 6.887-6.913,” ungkap MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas merekomendasikan sederet saham, yaitu AKRA, HEAL, MAPA dan UNTR. Sedangkan Pilarmas Investindo Sekuritas memberi rekomendasi saham yaitu BBNI, JSMR dan BUKA.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
