Kumparan Logo

IHSG Ditutup di Zona Merah Usai Peluncuran Danantara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Danantara Rosan Roeslani (tengah) CIO Pandu Patria Sjahrir dan COO Dony Oskaria usai menghadiri peresmian badan pengelola investasi Danantara di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
CEO Danantara Rosan Roeslani (tengah) CIO Pandu Patria Sjahrir dan COO Dony Oskaria usai menghadiri peresmian badan pengelola investasi Danantara di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan saham sore ini, Senin (24/2) usai Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). IHSG ditutup turun 53,400 poin (0,78 persen) ke posisi 53,400.

Sedangkan indeks LQ45 ditutup turun 6,781 poin (0,87 persen) ke 769,921. Sebanyak 223 saham naik, 351 saham turun, dan 218 saham stagnan.

Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 1.214.693 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 33,371 miliar saham senilai Rp 12,060 triliun.

Saham-saham pendorong indeks atau top gainers sore ini di antaranya Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) turun 150n poin (17,86 persen) ke 690; Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 600 poin (8,70 persen) ke 6.300; Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 320 poin (8,33 persen) ke 3.520; Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 600 poin (6,98 persen) ke 8.000; dan Petrosa Tbk (PTRO) turun 240 poin (6,59 persen) ke 3.400.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah sore ini menguat 35,00 poin (0,21 persen) di Rp 16.278 terhadap dolar AS.

Berikut kondisi bursa saham Asia sore ini:

Indeks Nikkei 225 di Jepang libur

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 136,310 poin (0,58 persen) ke 23.341,609

Indeks SSE Composite di China turun 6,080 poin (0,18 persen) ke 3.373,030

Indeks Straits Times di Singapura naik 2,140 poin (0,05 persen) ke 3.932,080