IHSG Terpuruk Sendirian di Asia: Sesi I Anjlok Nyaris 2% dan 403 Saham Tumbang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk sendirian di pasar saham Asia. Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (6/2), IHSG turun 137,36 poin (1,96 persen) ke 6.886,86, padahal tadi pagi sempat dibuka di posisi 7.024.
Indeks LQ45 turun lebih parah dengan kehilangan 20,03 poin (2,50 persen) ke 781,44.
Sebanyak 172 saham naik, 403 saham turun, dan 207 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 832.688 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 9,31 miliar saham senilai Rp 6,43 triliun.
Sejumlah saham perbankan kompak anjlok seperti:
Bank Central Asia (BBCA) turun 175 poin (1,92 persen) ke 8.950
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 110 poin (2,66 persen) ke 4.030
Bank Mandiri (BMRI) turun 400 poin (7,24 persen) ke 5.125
Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 170 poin (3,78 persen) ke 4.330
Bank Tabungan Negara (BBTN) turun 25 poin (2,51 persen) ke 970
Di sektor industri dasar, banyak yang juga anjlok. Misalnya:
Aneka Tambang (ANTM) anjlok 50 poin (3,45 persen) ke 1.400
Semen Indonesia (SMGR) turun 110 poin (3,82 persen) ke 2.770
Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) 50 poin (0,89 persen) ke 5.572
Vale Indonesia (INCO) turun 30 poin (1,06 persen) ke 2.810
Sementara di pasar Asia, indeks lain kompak hijau:
Hangseng naik 77,66 poin (0,38 persen) ke 20.674,75
Nikkei Jepang naik 166,5 poin (0,43 persen) ke 38.975,50 =
Shanghai naik 24,63 poin (0,67 persen) ke 3.254
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah siang ini juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pukul 12.00 WIB turun 39 poin (0,24 persen) ke Rp 16.331 per dolar AS.
