Ikan Arwana Super Red Asal Kalbar Tembus Pasar China hingga Amerika Latin
·waktu baca 2 menit

Ikan arwana super red asal Kalimantan Barat (Kalbar) kembali tembus pasar ekspor dari China hingga ke Amerika Latin. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat ikan tersebut sudah diekspor ke 14 negara per September 2025.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menilai ekspor arwana itu tidak hanya memperkuat devisa, tetapi juga menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya perikanan bernilai tinggi secara berkelanjutan.
Koswara mengatakan permintaan internasional untuk ikan tersebut terus meningkat, terutama dari negara-negara Asia, dan kini mulai merambah pasar baru seperti Sri Lanka dan Suriname.
“Hal ini bukti pengakuan dunia atas kualitas budidaya arwana Indonesia,” ujar Koswara melalui keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (4/10).
Berdasarkan data KKP, ekspor arwana formosus asal Kalbar mencapai 161.066 ekor pada 2024 dengan tujuan utama China 89 persen, Vietnam 8 persen, dan Taiwan 3 persen. Sementara itu, hingga 29 September 2025, tercatat terdapat 573 dokumen ekspor dengan jumlah 105.357 ekor arwana dikirim ke 14 negara, termasuk pasar baru di Asia Selatan dan Amerika Latin.
Koswara menjelaskan arwana merupakan jenis ikan dilindungi penuh dan termasuk Appendiks I CITES. Untuk itu, seluruh kegiatan ekspor arwana wajib mengikuti regulasi ketat baik nasional maupun internasional seperti yang diatur dalam Permen KP Nomor 61/2018 dan Kepmen KP Nomor 1/2021. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan kelestarian spesies tersebut.
“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara konservasi dan ekonomi, sehingga arwana super red tetap lestari sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di pasar global,” tutur Koswara.
Ekspor arwana super red periode September 2025 dilepas langsung dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, bersamaan dengan kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR ke Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto.
Kegiatan ekspor itu sekaligus bertepatan dengan momen Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka peringatan HUT KKP ke-26 tahun, termasuk peninjauan lokasi pengembangbiakan arwana di PT Wajok Inti Lestari, Kabupaten Kubu Raya.
***
Reporter: Nur Pangesti
