Kumparan Logo

Impor Juli 2021 Capai USD 15,11 Miliar, BPS: Indikasi Ekonomi Mulai Berjalan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi peti kemas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peti kemas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai impor Indonesia pada Juli 2021 mencapai USD 15,11 miliar. Nilai tersebut merosot 12,22 persen dibandingkan Juni 2021 yang tercatat sebesar USD 17,22 miliar. Meski demikian, nilai tersebut naik signifikan mencapai 44,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kelapa BPS Margo Yuwono mengatakan masih tumbuhnya impor pada bulan Juli merupakan hal positif sebab mengindikasikan bahwa ekonomi Indonesia mulai menggeliat.

“Jadi ini indikasi baik. Kalau dibandingkan secara year on year, itu artinya masih ada permintaan bahan baku yang menandakan aktivitas ekonomi di domestik masih ada,” ujar Margo dalam konferensi pers, Rabu (18/8).

Margo merinci, bila dilihat dari penggunaan barang, nilai impor di seluruh kelompok mengalami peningkatan secara tahunan. Adapun impor konsumsi naik 45,97 persen yoy, bahan baku/penolong naik 54,61 persen yoy, dan barang modal naik 5,38 persen yoy.

Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: BPS

Margo mengatakan, bila melihat dari strukturnya, impor pada Juli 2021 di dominasi golongan bahan baku/penolong yakni mencapai 75,55 persen dari total impor. Sementara porsi impor barang modal sebesar 13,71 persen dan konsumsi sebesar 10,74 persen.

Porsi impor bahan baku/penolong yang dominan inilah yang mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia mulai pulih di 2021. “Karena industri masih membutuhkan bahan baku dari impor,” ujarnya.

Adapun komoditas dengan nilai impor tertinggi pada Juli 2021 adalah produk farmasi sebesar USD 185,9 juta, lalu bijih, terak, dan abu logam USD 80,7 juta, ampas/sisa industri makanan sebesar USD 79,8 juta, kendaraan bermotor/komponennya dalam keadaan terbongkar tidak lengkap USD 12,9 juta, serta garam, belerang, batu, dan semen USD 10,8 juta.

Berdasarkan negara, impor Indonesia di Juli 2021 mengalami peningkatan tertinggi dari India sebesar USD 111,8 juta, Argentina USD 20 juta, Spanyol USD 15,4 juta, Turki USD 15,2 juta, dan Norwegia USD 12,6 juta.

kumparan post embed

Sebaliknya, impor Indonesia yang mengalami penurunan terdalam berasal dari China sebesar USD 325,3 juta, Singapura USD 194,1 juta, Thailand USD 170,9 juta, Jepang USD 150 juta, serta Malaysia USD 143,1 juta.

Secara kumulatif atau sepanjang Januari-Juli 2021, nilai impor Indonesia mencapai USD 106,15 miliar, meningkat 30,46 persen dibandingkan periode Januari-Juli 2020 yang sebesar USD 81,37 miliar.