Inalum Targetkan Produksi Aluminium di Kuala Tanjung 300 Ribu Ton

24 Agustus 2023 19:43 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pabrik peleburan aluminium ini tengah bersiap menghadapi tantangan di tahun 2022. Foto: INALUM
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik peleburan aluminium ini tengah bersiap menghadapi tantangan di tahun 2022. Foto: INALUM
ADVERTISEMENT
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum anak usaha Holding BUMN MIND ID menargetkan produksi aluminium di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 2024 mencapai 300 ribu ton per tahun. Saat ini kapasitas produksi di level 250 ribu ton.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Inalum Danny Praditya mengatakan rincian tambahannya pot upgrading 25 ribu ton dan pot optimization 25 ribu ton.
"Sehingga ini total untuk eksisting smelter yang ada di Kuala Tanjung menghasilkan output 300.000 ton per tahun,” kata Danny dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (24/8).
Selain itu, Inalum juga akan menjalankan proyek strategis dengan melakukan ekspansi smelter aluminium brownfield dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun. Danny menjelaskan, kebutuhan primer maupun sekunder demand dari domestik mencapai 1,2 juta ton. Sementara, Inalum sebagai satu-satunya produsen aluminium di Indonesia hanya memiliki kapasitas 250.000.

Smelter Alumina di Mempawah Fase I Beroperasi Semester II 2024

Tak hanya meningkatkan produksi aluminium, Inalum menargetkan proyek strategis Smelter Grade alumina Refinery (SGAR) Mempawah, Kalimantan Barat, fase I mulai beroperasi pada semester II 2024. Proyek hilirisasi komoditas bauksit ini sempat mandek lantaran permasalahan internal antar dua kontraktornya.
ADVERTISEMENT
Danny mengatakan SGAR fase 1 memiliki kapasitas 1 juta kilo ton per annum (KTPA). Saat ini progress proyek SGAR Mempawah telah masuk tahap penyelesaian fisik 58 persen dan diharapkan pada akhir 2023 mencapai 80 persen.
Pabrik Asahan Alumunium, Inalum Foto: Michael Agustinus/kumparan
"Alhamdulillah sempat terkendala beberapa tahun kita progres cukup baik proses penyelidikan fisik 58 persen diharapkan akhir 2023 sudah 80 persen dan semester II 2024 sudah operasi ramp up kapasitas 1 juta ton alumina," kata Danny.
Selain itu, Danny juga membeberkan pihaknya akan membangun proyek SGAR Mempawah fase kedua dengan potensi penambahan kapasitas produksi alumina mencapai 1 juta ton hingga 2 juta ton per tahun. Pembangunan fase kedua ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan greenfield dan brown extensional value added.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo Jokowi mendepak proyek Smelter Grade alumina Refinery (SGAR) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek ini digarap PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang (Antam).
Proyek yang awalnya ditargetkan produksi 2021 untuk tahap I kemudian mundur ke kuartal III 2023, malah mengalami keterlambatan penyelesaian. Diprediksi akan molor hingga kuartal I 2024, bahkan sampai kuartal I 2025.
Faktor penyebab molornya proyek tersebut yakni adanya permasalahan internal dua kontraktor smelter yang tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement and Construction (EPC), yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan China Aluminium International Engineering Corporation Limited (CHALIECO).
Suasana di Pabrik Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Foto: Moh Fajri/kumparan