Kumparan Logo

Indef: Banyak Anak Muda Pakai Pinjol Demi Beli Photocard Idol K-Pop

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koleksi photocard BTS yang dimiliki oleh fans. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi photocard BTS yang dimiliki oleh fans. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Fenomena K-Pop memang tengah merebak di Indonesia khususnya di kalangan anak muda. Salah satu yang menjadi sorotan adalah budaya konsumtif anak muda membeli photocard idol K-Pop dengan menggunakan paylater atau pinjaman online (pinjol).

Umumnya, untuk mendapatkan satu photocard para K-Popers harus membeli album dari agensi atau bahkan mengikuti event tertentu terlebih dahulu. Nominal yang dikeluarkan pun tak main-main, apalagi untuk mendapatkan photocard dengan edisi terbatas atau limited edition.

Ekonom Indef, Nailul Huda, menyoroti hal itu. Dia bilang, mayoritas anak muda yang belum bekerja menggunakan paylater maupun pinjol untuk membeli photocard.

"Salah satu yang cukup berbahaya itu adalah dengan paylater ini atau pinjol itu untuk membeli foto album idola K-Pop (photocard) itu banyak sekali dan terjadi dan memang kita sah saja mereka menggunakan paylater untuk membeli apa pun itu," kata Nailul dalam diskusi publik Bahaya Pinjaman Online Bagi Penduduk Usia Muda, Senin (11/9).

"Tapi anak-anak muda ini kan banyak yang belum berpenghasilan," tambahnya.

video youtube embed

Menurut Huda, umumnya anak muda tidak meminta persetujuan kepada orang tua ketika mengajukan pinjol atau paylater untuk membeli foto album K-Pop. Untuk itu dia berharap, seluruh platform paylater dan pinjol menyertakan persetujuan dari orang tua ketika ada anak di bawah usia 19 tahun yang ingin mengajukan pinjaman.

"Ini sangat miris sekali. Apalagi cuma beli fotonya Blackpink pakai pinjol Rp 8 juta, itu kan sangat mahal sekali,” ungkapnya.

Nailul mencatat, pinjaman rata-rata per Juni 2023 untuk peminjam di bawah usia 19 tahun adalah Rp 2,3 juta. Kemudian untuk peminjam dengan rentang usia 20 sampai 34 tahun adalah Rp 2,5 juta.

Sayangnya, rata-rata pendapatan pemuda di Indonesia hanya Rp 2 juta per bulan. Artinya pendapatan generasi muda di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan utang di pinjaman online alias besar pasak daripada tiang.