Kumparan Logo

Indonesia Bakal Ajukan Pembentukan Global Blended Finance Alliance saat COP29

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti dan President of United in Diversity, Tantowi Yahya. Foto: Dok: ISF
zoom-in-whitePerbesar
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti dan President of United in Diversity, Tantowi Yahya. Foto: Dok: ISF

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia akan segera mengajukan pembentukan Aliansi Keuangan Campuran Global atau Global Blended Finance Alliance (GBFA).

Luhut mengatakan, dampak perubahan iklim sangat mendesak untuk segera diselesaikan. Untuk mengatasinya, butuh investasi keuangan yang besar, mekanisme pendanaan yang inovatif, dan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

“Saya sungguh-sungguh yakin bahwa Global Blended Finance Alliance yang digagas Pemerintah Indonesia bersama delapan calon anggota pendiri berperan sebagai alat strategis untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan dalam aksi iklim dan mencapai target SDGs,” ujarnya dalam Sesi Tematik Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024, Jumat (6/9).

Luhut menambahkan, GBFA bisa menjawab kebutuhan untuk bergerak maju dalam implementasi transisi energi, aksi iklim, dan mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Optimisme itu selaras dengan deklarasi Kerangka Kerja Keuangan Iklim Global untuk memobilisasi keuangan iklim bagi negara-negara berkembang dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP28 di Dubai tahun lalu.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti dan President of United in Diversity, Tantowi Yahya. Foto: Dok: ISF

Dalam perhelatan tersebut, sistem keuangan campuran atau blended finance disetujui untuk membuka modal swasta untuk aksi pencegahan perubahan iklim. Luhut menyebut, Indonesia akan mengajukan pembentukan GBFA saat COP29 di Baku, Azerbaijan, November 2024 mendatang.

“Komitmen ini sejalan dengan inisiatif GBFA dan kami akan membawanya di COP29 Baku untuk pengembangan lebih lanjut proyek-proyek konkret dan menarik anggota potensial baru,” jelas Luhut.

GBFA hadir dengan visinya untuk menjadi Organisasi Internasional guna membantu negara-negara berkembang untuk mengembangkan Platform Negara yang di dalamnya ada proyek-proyek pembangunan terkait SDGs dan aksi iklim yang disusun sehingga dapat dibiayai oleh calon investor.

Luhut menambahkan, GBFA juga akan mendukung South-South Collaboration untuk mencapai SDGs dan transisi iklim. Pada 1-3 September lalu, Indonesia menjadi tuan rumah Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-3 yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi, dan menjajaki kerja sama di bidang ketahanan pangan, perdagangan, investasi, dan energi.

“Kolaborasi dengan knowledge partner yang strategis sangatlah penting akan mendukung dengan merancang program GBFA, membantu mobilisasi dana, dan memajukan kegiatan serta misinya,” kata Luhut.

Selanjutnya, dalam rangka mewujudkan peran mitra pengetahuan, Menko Luhut juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti dan President of United in Diversity, Tantowi Yahya untuk menandai kemitraan pengetahuan pertama GBFA.

Selain itu, pada tanggal 26 September 2024 mendatang akan diadakan juga penandatanganan MoU dengan mitra pengetahuan lainnya seperti OECD, TBI, Systemiq , UNDP, dan WRI di New York selama UN General Assembly (UNGA).