Indonesia Masuk Target Perang Tarif Trump, Rupiah Merosot ke Rp 16.774

3 April 2025 10:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
ADVERTISEMENT
Nilai tukar rupiah merosot usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor kepada semua negara minimal 10 persen. Indonesia termasuk negara yang masuk target Trump dengan diberlakukan tarif 32 persen.
ADVERTISEMENT
Keputusan ini membuat rupiah anjlok ke Rp 16.774 per Dolar AS, Kamis (3/4) sekitar pukul 09:00 WIB atau pukul 22:16, Rabu (2/4) waktu AS berdasarkan data Bloomberg.
Setelah itu, rupiah sempat menguat sebentar ke posisi Rp 16.655 per Dolar AS pukul 22:42 waktu AS. Kini rupiah kembali melemah ke posisi Rp 16.743 per Dolar AS.
Kondisi rupiah hari ini hampir mendekati level terburuk sepanjang masa yaitu saat masa krisis 1998 yang sempat membuat nilai tukar rupiah anjlok ke Rp 16.800 per Dolar AS.
Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025). Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Jumat (21/2). Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Selain Indonesia, di negara ASEAN, Trump mengenakan tarif impor yang tinggi ke Thailand dengan lebih tinggi yaitu 36 persen dan Vietnam 46 persen.
Negara-negara sekutu AS juga kena serangan dari Trump. Misalnya saja Eropa 20 persen, Jepang 24 persen, Korea Selatan 25 persen. Trump menyebut para negara sekutu ini pantas dikenakan tarif impor tambahan karena perdagangan yang dinilai tidak adil ke AS.
ADVERTISEMENT
"Dalam banyak kasus, teman lebih buruk daripada musuh dalam hal perdagangan," kata Trump dikutip dari Reuters.