Ingin Saingi J&T Express, Anteraja Targtekan 2 Juta Paket Per Hari dalam 2 Tahun
·waktu baca 2 menit

Anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Tri Adi Bersama atau jasa kirim Anteraja menjadi penyumbang terbesar pendapatan ASSA di semester I 2021. Tercatat pendapatan Anteraja menyumbang 47 persen atau Rp 982,3 miliar dari total pendapatan ASSA Rp 2,11 triliun di semester I 2021.
Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan, di semester I 2020, kontribusi Anteraja pada pendapatan ASSA hanya 19 persen, tapi kini mencapai 47 persen.
"Yang paling menonjol adalah pertumbuhan dari bisnis Anteraja delivery ini jadi kontributor terbesar di topline ASSA," ujar Prodjo dalam Public Exposure Online, Selasa (7/9).
Sementara untuk proyeksi ke depan, dia ingin Anteraja bisa mencapai pengiriman 2 juta paket per hari. Ini menanggapi capaian J&T Express dengan 3 juta paket saat ini.
Dia juga berharap kedepannya Anteraja bisa melantai di bursa. Namun saat ini Anteraja masih fokus membangun volume pengiriman.
"Si Cepat itu mungkin deliverynya 1,2 juta parcel per day. Itu valuationnya sudah sekitar USD 744 juta. Kemudian tadi dibilang J&T akan IPO dan di valuation USD 5 miliar," kata dia.
"Jadi kalo ASSA sudah banyak yang berminat kapan di IPO-in ya pasti one day kita akan IPO Anteraja, tapi kita kan lagi build up volume, kita lagi build up the businessnya, kita harap dalam waktu 2 tahun itu target kita 2 juta parcel per day," lanjutnya.
Adapun di semester I 2021 ASSA mencatat laba bersih Rp 73 miliar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Angka ini naik dari periode yang sama di 2020 dengan Rp 43 miliar.
Secara pendapatan, ASSA mencatat kenaikan 50,4 persen menjadi Rp 2,11 triliun, yang di periode sama di 2020 Rp 1,40 triliun.
"Kalau kita lihat laba bersihnya kalau tahun lalu Rp 43 miliar first semester 2020, tahun ini first semesternya Rp 73 miliar. Jadi ini posisi kita. Kalau asetnya sudah mencapai Rp 5,6 triliun," jelasnya.
